Tatkala Ketidakjujuran Pasien Membawa Petaka bagi Nakes

0
546
ilustrasi

JAKARTSATU.COM – Di tengah merebaknya wabah corona (Covid-19) ke seluruh dunia tak terkecuali di negeri kita ini, tentu membawa dampak yang sangat luas bagi aspek hidup keseharian. Aspek kehidupan yang tak dapat dinafikan keberlangsungannya yakni keterkaitan dan keterikatan antara pasien covid-19 dengan para tenaga medis atau tenaga kesehatan (Nakes) sebagai benteng terakhir melawan wabah Covid-19

Kenapa Nakes disebut sebagai benteng terakhir dari perlawanan menghadapi Covid-19? Karena pada hakikatnya garda terdepan dari perlawanan terhadap Covid-19 itu sendiri adalah masyarakat. Masyarakat sebagai garda terdepan menghadapi penyebaran virus yang satu ini mesti hidup bersih, disiplin menjaga imunitas diri, taat anjuran para ahli medis, dan tak kalah pentingnya kejujuran masyarakat tatkala dirinya sudah terasa terpapar sesuai kriteria yang telah disampaikan oleh para ahli kesehatan.

Jika masyarakat sebagai garda terdepan yang sudah terjangkiti Covid-19 sesuai kriteria ahli medis lalu memeriksakan dirinya ke dokter dengan tidak mau menceritakan kondisi sebenarnya atas kondisi dirinya, maka inilah pintu pertama terbuka untuk menjebol pertahanan garda terakhir.

Runtuhnya pertahanan garda terakhir yang dalam hal ini dijaga oleh para Nakes di antaranya disebabkan oleh ketidakjujuran pasien sebelum tindakan lebih lanjut oleh para Nakes yang menanganinya.

Perlu diingat, satu saja pasien yang sudah terindikasi covid-19 tidak jujur di depan pemeriksaan, maka korban penularan terhadap Nakes yang menanganinya bukan hanya satu orang tapi lebih dari itu.

Sangat disesalkan hal ini masih terus terjadi sehingga sangat miris jika diberitakan dalam satu Rumah Sakit beberapa Nakes tumbang terpapar covid-19 dan bahkan ada yang gugur dalam penanganan covid-19

Edukasi dan sosialisasi mesti segera dilakukan kepada masyarakat luas tentang pentingnya kejujuran pasien dalam menghadapi dan melawan penyebaran virus yang satu ini.

Jika pertahanan benteng terakhir dalam hal ini banyaknya para Nakes yang terpapar, maka sungguh tidak terbayangkan bagaimana kondisi selanjutnya.

Kehadiran negara sangat diperlukan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat melalui media yang ada bisa dikerahkan. Sosialisasikan betapa ketidakjujuran pasien dapat membawa petaka kepada Nakes sebagai benteng terakhir melawan Covid-19.***

Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial.