Sungguh Terpaksa, Ace Hardware Tutup 42 Toko

0
388
Gerai Ace Hardware (foto: acehardware.co.id)

PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) terpaksa menutup 42 gerai, seiring merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 11 gerai berada di Jakarta, wilayah dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak.

Indo Premier mencatat, jumlah gerai yang ditutup mencapai 21% dari total gerai perseroan sebanyak 201. Kini, peritel perkakas dan perlengkapan rumah tangga itu mencoba menjual barang melalui online, yakni rupa-rupa.com dan mengizinkan order dari WhatsApp.

Maret 2020, perseroan membukukan penurunan penjualan di toko lama atau same store sales growth (SSSG) sebesar 4,7%. Ini mengecewakan bagi Indo Premier.

“Akan tetapi, total penjualan hanya turun 0,4% pada bulan itu. Penurunan SSSG terdalam terjadi di Jawa sebesar 6,1%, sedangkan luar Jawa 4,6%. Adapun SSSG Jakarta turun 2,4%. Hal positif, SSSG mencapai 2,5% selama kuartal I-2020,” tulis Indo Premier dalam laporan riset, belum lama ini.

Hingga akhir tahun, Indo Premier memprediksi SSSG Ace mencapai 2%, sehingga laba bersih turun 0,2%. Adapun margin laba kotor diprediksi turun 50 basis poin. Berdasarkan hitungan Indo Premier, penurunan SSSG 1% akan berdampak pada koreksi turun laba bersih 3-4%.

Hingga pertengahan April 2020, Indo Premier mencatat, saham ACES turun 21%. Namun, ACES masih mengungguli saham-saham pesaing sebesar 26%.

Saat ini, saham ACES diperdagangkan dengan PER 19 kali, diskon 16% dari rata-rata lima tahunan. Risiko terbesar saham ACES adalah lamanya pandemi Covid-19 dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Tahun ini, Indo Premier menaksir pendapatan Ace naik menjadi Rp 9,3 triliun dari estimasi 2019 Rp 8,4 triliun, sedangkan laba bersih naik dari Rp 965 miliar menjadi Rp 1 triliun.

Indo Premier masih menyematkan rekomendasi buy saham ACES dengan target harga Rp 1.500, berdasarkan PER 2021 22,6 kali, sesuai rata-rata lima tahunan. Kemarin, saham ACES naik 8% menjadi Rp 1.340. (mm2/red)