“Nasi Anjing”, Haikal Singgung Surat Dalam Injil

0
1130

JAKARTASATU.COM– Ustaz Haikal Hassan mengatakan bahwa “Nasi Anjing” yang belakangan tengah dipersoalkan bukan sekedar sebuah nama saja. Juga bukan sekadar sebuah derma.

Tampaknya lebih dari itu. Ia pun mengajak masyarakat membuka mata atas “nasi anjing” yang tengah ramai di bulan suci Ramadan ini. Apalagi di tengah pandemi.

Ia pun menuliskan pandangannya, membagikannya di akun Twitter miliknya, Senin (27/4/2020). Berikut tulisannya:

1. Nasi Anjing….

Yayasan Qahal…

Bukan sekedar sebuah nama.

Bukan sekedar sebuah derma.

Tulisan kecil ini bukan utk provokasi. TIDAK ADA NIAT SEDIKIT PUN..

Tapi untuk membuka mata semua akan upaya-upaya kurang ajar dan tidak menjaga saling menghormati sesama umat beragama.

2. Anda tahu arti Qahal?

Silahkan buka internet.

Buka Google.

Buka Wikipedia.

Ya, arti apapun yg saya tulis pasti akan ada sanggahan.

Cari sendiri dan mata anda terbelalak membaca arti itu, ditengah kemajemukan bangsa merdeka dan menentang semua penjajahan diatas dunia.

3. Apakah diterima saja penjelasan perumpamaan ANJING sbg lambang setia dan tergantung hidup tuannya?

Kalaupun iya, yg dimaksud tuan siapa? Yg ditamsilkan Anjing siapa?

Bagaimana literatur Injil ttg Anjing? Apa bunyi Mat.15:26?

Atau Mat.7:6

Tolong tafsirkan…

4. Kalau saya yg mencoba membuka mata ini dibilang provokasi, menebar kebencian, hasutan, bgmn anda sbg pelaku langsung atas kejadian ini?

Kami sdg duduk tenang, bertetangga damai dg kristen, budha, hindu. Bersahabat akrab dg teman kami yg konghucu dari etnis cina, asik damai…

5. Kedamaian kami dg sahabat yg kristen, konghucu dll itu… Tiba-tiba kau usik dengan nasi ANJING…

Siapa yg tidak menghargai?

Siapa yg cari gara-gara?

Siapa yg mengusik damai ini?

Siapa yg melecehkan Bhinneka tunggal ika?

Siapa yg injak beragaman ini?

Siapa?

JAWAB SIAPA?

RI-JAKSAT