Fadli Sebut Kritik Said Didu ke Luhut Dalam Koridor Penyampaian Pendapat

0
404

JAKARTASATU.COM– Politisi Gerindra, Fadli Zon mengatakan bahwa lontaran kritik dari pengamat yang juga mantan Stafsus MenBUMN Muhammad Said Didu ke Luhut Binsar Panjaitan masih dalam koridor menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi. Apalagi Said Didu sempat memberikan klarifikasinya atas kritikannya itu karena cukup banyak yang menyalahartikannya.

“Kritik adalah bagian tak terpisahkan dari demokrasi. Negara ini milik kita bersama bukan milik segelintir orang,” demikian cuitannya, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Din Syamsuddin Bela Said Didu Hadapi Luhut: Penguasa Angkuh Akan Jatuh”, Selasa (5/5/2020).

Ahli hukum pidana, Ahmad Yani meresponnya. Menurut Yani, malah adalah sebaliknya hal tersebut telah terjadi, terlebih menyangkut kesejahteraan.

“Tapi nyatanya hanya segelitir orang yang menikmatinya, segelintir orang kekayaannya melebihi ratusan juta rakyat, dan segelintir orang juga yg mengusai lahan jutaan hektar, ingat lagu bang Roma yang kaya semakin kaya dan yg miskin tambah miskin,” timpal Yani.

Media yang ditanggapi Fadli menuliskan bahwa mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, turut memberi dukungan pada Said Didu. Din menilai kritik Said Didu pada Luhut adalah lumrah di alam demokrasi.

“Camkanlah bahwa di negara demokrasi adalah hak dan kewajiban rakyat untuk melakukan pengawasan, kritik, dan koreksi terhadap penguasa,” ucap Din dalam pesan singkat, Senin (4/5).

Din lalu mengimbau Said Didu tetap menghadapi laporan Luhut sebagai warga negara yang baik.

“Hadapilah proses hukum dengan tegar, sabar, dan bertawakkal kepada Allah SWT. Yakinilah di atas semuanya ada Allah SWT Yang Maha Adil dan Maha Kuasa,” ucap Din.

“Kekuasaan manusia tidaklah langgeng lestari, pada saatnya keadilan Ilahi akan mengatasi segala bentuk tirani,” imbuh Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu.

RI-JAKSAT