CATATAN JAKARTASATU: 9 Tokoh Plus 1

0
444
Ilustrasi: Indonesia/ist

Membaca tulisan Dr Tony Rosyid,  Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa dimana ia membuat analisa terhadap sembilan orang tokoh dan disebutkan bahwa kepada sembilan tokoh oposisi itu dijelaskan bahwa rakyat menaruh harapan. Menarik memang. Analisanya.

Tony juga menyebutkan bahwa dalam situasi seperti ini, munculnya para tokoh oposisi bukan saja kebutuhan, tapi keniscayaan politik. Rakyat butuh saluran kritik ketika Bapak-Ibu Yang Terhormat di parlemen dianggap tak lagi bisa mendengarkan hati dan harapan mereka.

Ia mengutip tokoh ekonom senior, Memalukan, kata Rizal Ramli. Perppu, terutama terkait hak budget, kekebalan hukum dan cetak uang, kok bisa diterima oleh DPR. Padahal Gubernur BI dan Menteri Keuangan menolak. Gelo! Kata Rizal Ramli dalam sebuah video yang viral di medsos.

Analisa Tony makin meruncing saat menyatakan tak bisa berharap ke DPR, rakyat menyerahkan harapannya kepada sembilan tokoh oposisi yang dianggap selama ini mewakili suara rakyat. Mereka adalah Abdullah Hehamahua, Emha Ainun Najib, Habib Rizieq, Din Syamsudin, Rizal Ramli, Refly Harun, K. H. Najih Maemoen, Rocky Gerung dan Said Didu.

Untuk tahu siapa sembilan orang itu kita rincikan orang-orangnya,

Pertama, Abdullah Hehamahua. Mantan penasehat KPK ini berang ketika KPK masuk keranda kematian. Ini yang membuat vestifal di pasar korupsi makin meriah. Apalagi muncul Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang membebaskan penggunaan uang tanpa bisa dituntut oleh hukum, baik pidana, perdata maupun TUN. Gak ada niat, itu dalihnya. Selain menyoal RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang dianggap berusaha menghapus jejak pemberontakan PKI.

Kedua, M.H. Ainun Najib (Cak Nun). Budayawan era Orde Baru ini keluar dari pertapaannya. Hatinya terguncang ketika melihat bangsa ini dijadikan boneka asing. Ngono yo ngono, tapi ojo keterlaluan olehmu injak-injak bangsaku iki, marahnya.

Ketiga, Habib Rizieq Shihab (HRS) . Tokoh 212 ini konsisten memimpin gerakan oposisi. Ia teriak terhadap ketidakadilan, penjualan aset negara dan ancaman PKI. Tiga hal ini yang membuat HRS tak bisa kompromi, meski tiga tas isi $ pernah disodorkan padanya. Begitu kabar beritanya. Benar tidaknya, Allah A’lam. Namanya juga kabar.

Keempat, Prof. Dr. Din Syamsudin. Mantan ketua MUI ini tak berhenti teriak terhadap mental koruptif para pengelola negeri ini. Ia serius mengangkat isu korupsi sebagai masalah sentral. Baginya, bangsa ini makin berantakan karena korupsi yang makin telanjang.

Kelima, Rocky Gerung. Tokoh satu ini lebih tepat disebut filosof, dari pada pengamat politik. Kekayaan referensi memberi modal Rocky Gerung piawai membongkar kedunguan logika berpikir elit politik. Membaca analisis Rocky Gerung kita seolah ditunjukkan adanya banyak penyesatan cara berpikir yang pada akhirnya membuat tata kelola negara ini menjadi keliru dan salah arah. Amburadul!

Keenam, Rizal Ramli. Mantan Menteri di era Gus Dur dan Jokowi ini tak pernah berhenti mengkritisi kebijakan ekonomi Sri Mulyani. Bahaya! Kata Rizal Ramli. Ia berulangkali mengingatkan adanya bubble ekonomi. Tampak bagus di luar, bobrok di dalam. Gagal bayar hutang, daya beli rakyat anjlok dan pendapatan petani menurun akan mengancam krisis ekonomi di Indonesia.

Ketujuh, Refly Harun. Pakar hukum tata negara ini telah mempertaruhkan jabatannya sebagai Komisaris Utama PT. Pelindo I. Ini soal integritas. Jabatan dan gaji besar yang diberikan pemerintah tak mampu membendung idealismenya. Tokoh asal Palembang ini tak pernah berhenti menyuarakan berbagai manipulasi hukum untuk mengeruk kekayaan di negeri +62 ini. Risikonya: iapun dipecat! Bahkan diancam akan dibongkar kesalahannya. Takutkah? Tidak! Katanya. Punya nyali juga rupanya.

Kedelapan, Said Didu. Tokoh satu ini sekarang lagi menghadapi proses hukum. Kritik pedasnya terkait “nikmatnya project” ternyata membuat marah Si Opung. Said Didu emoh minta maaf, dan dilaporkan ke polisi. Kritik kok suruh minta maaf ya?

Kesembilan, K.H. Najih Maemoen Zubair. Kritiknya terhadap bahaya kebangkitan komunisme di Indonesia sangat tajam. Baik dalam ceramah maupun berbagai tulisan. Putra K. H. Maemoen Zubair ini terus mengingatkan rakyat untuk tetap waspada atas potensi bangkitnya komunisme yang membahayakan bangsa ini kedepan.

Menurut Tony sembilan tokoh inilah yang secara konsisten mengobarkan semangat oposisi. Mengisi ruang kritik dan kontrol yang sering ditinggalkan parlemen.

Baik juga analisa Tony maka bolehkan kalau kami sampaikan biar genap 10 maka maki tulis 9 Plus 1. Dan kami masukan Natalius Pigai (NP). Kami melihat jika  analisa Tony diatas terhadap 9 tokoh, maka  NP punya Idealisme yang kokoh atas sikapnya seperti pengertian diatas.

NP tidak pernah pesimis. NP orang yang optimis dan kritis atas kebijakan yang tak menguntungkan rakyat. NP memiliki sikap idealisme yang mantap. Dia bagai serigala yang berani jalan sendiri meski harus berada di hutan belantara. Dia tidak terlibat apa-apa saat kantor KomNas HAM dilanda korupsi alat tulis yang cuma cemen korupsinya dimana sudah ada keputusan data laporan investigasi  BPK. NP tidak terlibat malah yang lain yang masuk daftar, soal Mobil dinas dan rumah sewa dinas, dan yang menohok adalah soal kecil ATK yang di mark up. NP Clear, dan itu kami melihat NP.

CARA PANDANG DAN PIKIR NP ADALAH SEBUAH REALITAS DI ZAMAN NOW YANG SUDAH BANYAK TERKONTAMINASI AKAN POSISI DAN LUPA KALAU SUDAH DUDUK EMPUK –TANPA HARUS MENYEBUT MAKSUDNYA SIAPA– KARENA NP ADALAH SEBUAH SIKAP DAN DIA ADALAH KENYATAAN SAAT INI.

NP adalah sebuah sikap yang mengarah akan adanya perubahan yang sebenarnya, meski perjalanan ini masih panjang. NP adalah sejarah kecil yang akan besar dalam pengaruh saat ini yang bisa dijadikan cermin.

NP berani berdiri sendiri, meskipun ada banyak gejolak yang menimpanya tapi dia tak goyah. Semoga idealisme yang NP miliki adalah bukan menganggap diri paling benar, dan menganggap apa yang dilakukan orang lain rendah. Dan kenyataannya NP jauh dari itu, dia berjuang terus dan kritis terus.

NP adalah sebuah kenyataan dia kuat bersikap dan tajam mengungkap analisanya dengan data. NP adalah yang selalu siap pasang badan meski Diteror sejumlah orang tak dikenal karena tulisan dan pernyataan yang keras atas sikap dan opininya soal Nawacita yang dinilai utopis. Dimana ia ungkapkan sikapnya dengan pernyataan sbb:

Barusan ini saya dapat ancaman dari nama inisialnya (Y) (Mungkin Seknas Jokowi yang mengancam Windi Wlingtonia, Anchor TVOne):

Ini kata2 (Y) :
“Kau sudah tamat bung…,,”
Kata saya. “memangnya negeri ini kau punya. Sombong kali kau. Jangan terlalu Sombong dan arogan mengancam orang. Hari ini juga Windi Welingtonia kau ancam. Memangnya negeri ini milik kau. Ini mutiara yg kau ancam…catat baik2 saya akan menjadi pemimpin di negeri ini”.
Kemudian ( Y) sampaikan kepada saya: “Kau marah karena ngga jadi menteri… sakit kau. Ngaca ya…”. “Kau ke pasar beli kaca”.

Saya tidak paham maksudnya.

NB: WA (Y) merespons tulisan/opini saya berjudul ” NAWACITA JOKOWI: CITA-CITA UTOPIA

Saya harus umumkan karena ini bentuk ancaman dari yg namanya (Y) dari Seknas Jokowi terhadap saya. Biar rakyat Indonesia tahu perilaku Jokowier dan Ahoker. Mereka tidak bisa respon dengan tulisan atau opini tetapi ancam, mengancam. Kalau begini kasihan negeri ini. Tidak akan bisa maju. – tulisan NP ini viral hampir disemua WAG dan medsos.

Natalius Pigai saat aksi 11 Desember 2017/ist

Menarik kalimat bahwa: Kalau begini kasihan negeri ini tidak akan bisa maju. NP memberikan isyarat yang tajam. Dan kembali ke soal pengantar awal tulisan saya bahwa tadinya saya tak berani menulis soal NP, tapi pekan ini (Rabu,13 Desember 2017) kembali saya di kagetkan pada kisah NP yang baru. Ya soal viralnya text WA yang mengejutkan. Tawaran posisi yang gila dan jabatan yang sangat nyaman. Tapi apa kata NP, ditolaknya. Inilah sikapnya Text WA itu dari  

Pagi2 saya dapat Text WA dari Prof Dr Hafid Abbas, Mantan Ketua Komnas HAM, teman sejawat 2012-2017. Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kapolri, ada pembicaraan tentang saya yg selalu membela rakyat. Terpaksa saya harus buka demi pembelajaran bagi anak2 bangsa bahwa jabatan dan kekuasaan bukan segala2nya. Hidup ini akan berguna jika kita berada dipihak orang2 yg miskin dan teraniaya. (Natalius Pigai)

Jawaban NP cerdas. Dia tidak tergiur jabatan. Dia memiliki dua penggabungan hidup dalam jiwanya yaitu antara idealisme dan realisme itu tergambarkan kuat.
NP sebuah ikon baru yang patut mendapatkan tempat dan dukungan kuat khalayak. NP tak bisa dibeli. NP tak goyah dirayu. NP sebuah fenomena dan inilah matahari dari timur yang kokoh dalam jiwa-jiwa saat ini yang banyak orang limbung dan lupa akan rakyat yang suka dijual, ketika sudah berkedudukan lebih lupa lagi dan semakin akut. Bahkan dalam sepekan ini dia mendapat perlakukan rasis namun ia hadapi dengan jantan. NP kembali bangkit lagi dan Anda layak mendapatkan label, Pigai yang tak ada bisa membelimu selain idelaisme yang hakiki.
Jadi Doktor Tony kami sarankan Pigai masuk saja menjadi 9 Plus 1 Tokoh oposisi. Tentu tak masalah kan?

(aen/redaksijaksat)