Narasi Nan Sejuk dan Indah Permintaan Maaf Wapres Ma’ruf Amin

0
116

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Kenapa narasi permintaan maaf Wakil Presiden Ma’ruf Amin disebut narasi nan sejuk dan indah? Disebut demikian karena permintaan maaf ini disampaikan beliau justru pada H-3 Lebaran, tepatnya pada Kamis (21/5/2020) di Kanal Youtube BNPB.

Permintaan maaf Wakil Presiden Ma’ruf Amin ini bukan permintaan maaf sebagaimana biasanya diucapkan tatkala ummat Islam saling maaf-memaafkan setelah menjalani ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadhan memasuki Idul Fitri, tapi permintaan maaf Ma’ruf Amin mengatasnamakan pemerintah. Bahwa pemerintah mengakui pandemi virus corona ini sulit dihadapi, pemerintah pun meminta maaf bahaya corona ini belum hilang.

Ditambahkan pula, selain corona juga merupakan virus yang sulit dihadapi, kita bangsa Indonesia itu memiliki jumlah penduduk yang besar dibanding negara-negara ASEAN lainnya. Lebih lanjut, disinggung pula tentang luasnya wilayah Indonesia yang menjadi faktor kesulitan tersendiri dalam menghadapi wabah ini, kata Ma’ruf.

Menimbang atau menakar permintaan maaf Ma’ruf Amin ini yang notabene menyandang jabatan RI-2 di negeri ini, layakkah kiranya disebut sebagai gambaran belum mampunya pemerintah menangani wabah covid-19 ini? Walaupun selama ini belum pernah terlontar kalimat atau sepatah kata pun dari Gugus Tugas Pusat atas kondisi ketidakmampuan menghadapi virus yang satu ini.

Imbas dari permintaan maaf Ma’ruf ini bisa saja menimbulkan polemik, yang sangat mungkin dan patut diduga pula bahwa seolah-olah pemerintah terkesan ada tanda-tanda akan ‘lempar handuk’ di tengah percepatan penanganan penyebaran wabah covid-19 ini? Semoga saja tidak.

Terlepas dari permintaan maaf Ma’ruf pada H-3 jelang lebaran lalu, semoga saja dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh komponen bangsa ini untuk menghadapi wabah ini bersama-sama agar corona segera hilang dari kehidupan kita.

Kita tunggu saja apa yang akan terjadi pascapermintaan maaf Ma’ruf bak narasi nan sejuk dan indah. Akhir pertanyaannya, layak dan adilkah jika ketidakmampuan pemerintah menangani wabah corona ini hanya cukup minta maaf, sementara rakyat senantiasa dituntut harus mentaati Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk melawan wabah Covid-19 ini?

Facebook Comments