Ramai-ramai Kritisi ‘New Normal’ dan Berdamai dengan Virus

0
118

JAKARTASATU.COM– Politisi Gerindra, Fadli Zon menyebut kebijakan dalam menangani coronavirus mencla-mencle dan penuh dengan inkonsisten. Sehingga, apa yang diinginkan agar muncul ‘new normal’ tampaknya tidak demikian, justru sebaliknya: ‘new disaster’ (bencana baru).

“Tak hanya soal kasus penyebarannya, tp kepercayaan dunia thd kita makin pudar. Bisa jd kita tak bisa masuk ke byk negara. Mudah2an prediksi sy salah,” demikian katanya, Selasa (26/5/2020), di akun Twitter-nya.

Selain Fadli, politisi senior MS Ka’ban juga mengamati terkait ‘new normal’ ini. Ka’ban bahkan menyebut bahwa ‘new normal’ itu menyesatkan.

“New normal yg digadang2 era pandemic covid19 China Komunis sangat menyesatkan,new normal jls hidup tidak normal ini wujud ketidak berdayaan penguasa memenuhi kebutuhan hajat hidup rakyat.Badai covid19 tdk mereda new normal gagal.Ibarat ekonomi meroket ternyata nyungsep,” tulisnya, di akun Twitter miliiknya.

Pun dengan Benny K. Harman, yang juga tidak senada dengan, misalnya terkait kita mesti ‘berdamai’ dengan coronavirus. Benny justru menyarankan agar kita berbuat sebaliknya.

“Hii! Tetap semangat, jangan menyerah. Kobarkan terus perang melawan Covid-19. Jangan pernah bersahabat dengan Covid-19, seperti halnya kita jangan pernah bersahabat dengan korupsi. Covid dan korupsi adalah musuh kita bersama, meski mereka kini jadi sahabat penguasa.Liberte!”

‘New normal’ ataupun ‘berdamai dengan corona’ adalah dua ucapan dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Dua ucapan tersebut familiar belakangan ini.

Dua ucapan itu diharapkan dapat membuat keadaan lebih baik sebagamana mestinya, walau Indonesia masih terdapat kenaikan kasus coronavirus. Tapi tampaknya diragukan ketika setelah ketiga orang di atas mengeluarkan pandangannya.

RI-JAKSAT

Facebook Comments