Pelaku Dijatuhi Hukuman 1 Tahun, Novel: Persidangan Saya Formalitas

0
566
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4/2019). Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.

JAKARTASATU.COM– Korban penyiraman air keras sekaligus penyidik senior KPK, Novel Baswedan sepertinya menyesalkan keputusan pengadilan atas hukuman pelaku ke dirinya. Ia bahkan telah menduga bahwa persidangan yang ada hanyalah formalitas belaka.

“Hari ini kita lihat apa yg sy katakan bhw sidang serangan thd sy hanya formalitas. Membuktikan persepsi yg ingin dibentuk n pelaku dihukum ringan,” katanya, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Penyerang Novel Baswedan Ronny Bugis Dituntut 1 Tahun Bui”, di akun @nazaqistsha, kemarin.

Baginya, hal tersebut sungguh keterlaluan. Sebagai orang yang sehari-hari memberantas mafia hukum dengan UU Tipikor tetapi justru menjadi korban praktik lucu seperti itu.

“Lebih rendah dari orang menghina. pak @jokowi , selamat atas prestasi aparat bapak.  Mengagumkan…”

 

Ia pun merasa apa yang telah terjadi hingga saat ini seperti dibiarkan, termasuk oleh Jokowi sendiri.

“Melihat kebusukan semua yg mrk lakukan rasanya ingin katakan TERSERAH.. Tp yg mrk lakukan ini akan jadi beban diri mrk sendiri, krn semua akan diperthhjwbkan. Termasuk pak @jokowi  yg membiarkan aparatnya berbuat spt ini..  prestasi?”

Pelaku dijatuhi hukuman 1 tahun bui. Jaksa memutuskan demikian dengan alasan bahwa pelaku tidak sengaja melukai mata Novel.

RI-JAKSAT