Ngopi Pagi: Takut Pada Kotak Kosong

0
792

Dalam kisahnya sebuah negeri akan ada pesta rakyat. Memilih seorang kepala daerah. Sang Walikota yang jadi cerita mencuat bahkan menjadi headline semua media. Di sebuah kota. Kota itu banyak sejarah, dan banyak juga kisah panjang kalau di kota itu disebut juga sebagai kota yang melahirkan para pemimpin negeri. Hampir dipastikan ada tujuh  kepala negara punya kaitan dengan kota ini. Meski tak ada nantinya disangkut-pautkan menjadi asalnya dari kota ini. Tapi soal ini nanti dibahas khusus.

Sebab panjang kisahnya. Kota ini sangat indah dan penuh pesona. Kota yang ada di tengah-tengah pulau terbesar di negeri in, punya kisah lagu soal sungai yang terkenal di dunia. Memang kota ini tak menjadi ibukota provinsi, tapi kota ini memiliki makna demografi sendiri, ada keraton juga disana. Tapi lagi-lagi saya tak akan cerita soal keraton juga, sebab panjang juga kisahnya.

Sejumlah berita terus mengalir panjang bahkan jika kita  sederhana saja dan sangat sederhana kita mencari di mbah google (…. walikota), maka akan ditemukan tautan sebanyak 444,000 angka yang sangat fantastis. Ini terjadi dalam waktu 2 hari, sejak adanya penetapan dari Partai yang menang di parlemen negeri ini. Adapun jika kita kalau menambah info bahwa lawannya kota kosong, makin berjibun info di si mbah itu. Dan selain soal berita ada juga gambarnya yang juga sangat baaaanyak tautannya. Wow banget deh….

Saya tergelitik dengan sebuah sumber yang saya baca di linimasa Twitter dan saya paham sebuah akun ini ciutannya sering kali tepat dan terbukti beberapa waktu akan datang. Akun ini bukan peramal, mungkin dia hanya bagian dari ruang prediksi atas sumbernya yang A1. Sumbernya kadang menyebut dari sebuah daerah di Jakarta Selatan, dan tak pernah menyebut nama. Kadang juga menyebut senior di Jakarta Selatan itu…tentang nama daerah ini juga saya tak akan menjelaskannya. Bisa berabe saya… Hehehe..

Dalam info itu, apakah karena saat ini bapak calon kepala itu seakan diem, lalu mencuat dari ciutannya ada info last minute jelang pilkada sang calon akan “mundur” dan ini upaya mundur ada dua hal  mencari pencitraan akan teras apro rakyat …atau gaya basi sih hanya gertak sambel. Dan yang lawannya Kotak kosong tak terjadi. Hmmm apa iya, mau?

Cerita soal Kotak Kosong ada satu kisah juga, di sebuah kota di Sulawesi sana, dimana kotak kosong berhasil menguncang dunia menang, dan calon yang disebuah kota itu karena berasal dari keluarga yang sedang berkuasa, berkuasa di tingkat pusat malah, maka kalah telak dan Kotak Kosong unggul.

Nah seperti ada benang merah. Ini adalah antisipasi apakah langkah pencitraan yang jika saja “mundur” maka simpati akan muncul lagi pada sang yang berkuasa atau ada ketakutan bisa jadi takut malu kalau kotak kosong akan unggul. Tapi kita tak tahu lihat saja nanti…. (ame)