Ngopi Pagi: Belajar

0
623
Aendra Medita /ist

Sejak mengenalnya saya belajar lagi. Lagi belajar untuk mengetahui apa yang dipelajarinya. Nilai konsistensi adalah penting. Jika awalnya kagum tak mengapa, nilai ini sebuah dasar kita melihat orang.

Diperjalanan ada pelajaran yang harus dipelajari sikap dan pilihan sebuah bukti. Kenyataan harus dihadapi, jangan jadi kepura-puraan. Lalu kita belajar lagi soal apa yang terjadi dan bagaimana membedah cara pandang.

Pilihan adalah sebuah sikap. Sama dengan sebuah akidah yang harus dipegang teguh. Jika melenceng jalannya maka saya tak akan ikut. Saya belajar banyak dengan waktu yang diarungi dan dijalani. Di setiap pertigaan dicatat dan disimpan.

Di setiap jarak saya baca dan ejaannya sampai sedetailnya. Bahkan di jangkauan waktu lama saya renungkan semua peristiwanya. Apa benar ini dan itunya.

Nilai juang perjalanan adalah proses panjang. Ada yang konsisten bertahan dengan nilai ideal. Ada yang lupa pernah punya nilai ideal itu, namun terkadang ini soal keadaan mendesak dan waktu yang mepet. Maklum adanya, atau kita memakluminya? Tapi itulah warna hidup. Jangan dipaksa, sebab jika dipaksa rasanya akan keras dan akan makin mematahkannya nilai relasi.

Ada yang berjuang diujung penantian. Dan sejumlah nilai diberi, namun saat kita ulas kebenaran, dibicara pada orang lain. Saya dengar dari orang lain. Ini sebenarnya tak etis. Tapi saya tak masalah sebab waktu yang memberi arti dan nilai luhur.

Silakan memilih dan memilah sebenarnya kamu siapa?

Belajar kembali untuk membuka rasa luas memang perlu kesabaran. Warna sabar tak berjenis, untuk itu peganglah sabar itu sebagai wujud keyakinan. Saya sering melihat sekilas, mungkin akan berubah, tapi ternyata hanya sedikit.

Tapi tak mengapa belajar adalah nilai tambah yang tak harus langsung bisa. Kita bersepeda tak akan lupa jika sudah bisa dan tak berat membawanya. Itulah prinsipnya. Saatnya belajar lagi membaca tanda  dan harus dengan seksama karena kita tahu belajar tak akan rugi.

Maka belajarlah sampai kita tahu apa itu makna hidup yang sebenarnya bukan wacana hidup yang apa adanya.

#Kebagusan234 CATATAN JAKARTASATU
@AENDRA