YANG DILEDAKKAN MANIFESTO

0
1032

OLEH Gan-Gan R.A

Aku tidak sedang mencari harum tubuhmu
Di tengah tarian kematian massal teror global Covid-19
Yang menghempaskan nafas kau dan aku
Ke liang lahat tanpa iringan doa para peziarah.

Aku sedang merangkai pecahan-pecahan rindu
Di atas tumpukan buku merah
Di samping satu butir peluru timah
Masa lalu seperti seekor anjing lapar
Mencabik-cabik kenangan secangkir kopi kental
Pada genggaman tanganmu yang terbakar bom molotov
Ketika perang kota pecah di tengah unjuk rasa
Ketika gas air mata dan barakuda
Memburumu bagai hewan
Ketika peluru-peluru tajam berdesing di udara
Kau dan aku serupa sampah
Diinjak dan dibakar.

Dan ketika kampus menjelma batu nisan
Di mana gelombang demonstran
Di depan gedung parlemen
Menjadi kenangan buram bagai potret
Revolusi masa silam;
Tentang sejarah yang dikuburkan
Tentang gagasan besar yang dianggap ancaman
Tentang masa depan bangsa yang diperjualbelikan
Tentang para politisi yang bersekutu dengan oligarki
Tentang kemerdekaan palsu
Tentang amanat konstitusi yang dikhianati amandemen
Tentang kau dan aku yang diledakkan manifesto
Ketika ciuman terakhir
Melemparkanmu ke mimbar bebas
Lalu berakhir di sel yang kejam dan dingin.

Dan sejak itu nyala dendammu padam
Suara orasimu di depan corong besi tenggelam
Aku tidak lagi membaca pamfet
Aku tidak lagi melihat rambutmu yang tergerai
Hingga corona mengasingkan manusia
Tanpa pelukan kemanusiaan.

Panglima Polim, Tangerang, 29 Agustus 2020