Kanibalistik Covid-19 Dalam Mesin Industri Neo Kapitalisme

0
3325
Gan-Gan R.A /IST

Oleh Gan-Gan R.A*

Di hadapan kematian massal dan sistem politik yang dirancang segelintir pemilik modal untuk menciptakan berhala-berhala ekonomi yang menindas, dari mulut sejarah yang disumpal manipulasi data lembaga keuangan internasional, adagium Prancis berdengung kembali seperti bunyi terompet sangkakala yang ditiup media massa, ketika dunia diseret oleh kolonialisasi pemilik kuasa kapital abad 21 ke wilayah yang paling rawan dan vulgar, “Exploitation de l’homme par l’homme”.

*

Penghisapan manusia atas manusia selalu mengalirkan banjir darah, dari zaman
ke zaman, dari rezim satu ke rezim berikutnya, dari abad demi abad yang lampau dan mungkin juga abad yang akan datang, dan sejarah akan terus berputar mengulangi kejadian-kejadian besar, ritualitas para bankir milyuner yang melakukan repetitif skenario perbankan serta grand design yang bersifat artifisial dari sebuah kekuasaan rahasia yang menyusun kekuatan besar untuk mendirikan tatanan peradaban manusia di bawah sistem perbudakan Tirani Pemerintahan Dunia.

Tibalah kita, umat manusia yang hidup dalam “mitos” abad modernisme pada satu fase penindasan struktural berwajah bantuan pinjaman ekonomi, di mana kematian massal menjadi episentrum ide dan gagasan kanibalisme untuk mengeruk keuntungan finansial dengan cara menihilkan kemanusiaan: Memangsa manusia dengan menciptakan virus yang mematikan dan men-down gread lantai bursa saham agar lembar saham berbagai Perseroan Terbatas jatuh pada titik nadir.

Privatisasi BUMN adalah representasi konsensus Washington dan negara-negara imprealisme yang menerapkan protokal ekonomi kanibal agar kebijakan pemerintah di berbagai negara yang memiliki potensi sumber daya kekayaan alam untuk menghamba pada obligasi. Hutang adalah karpet merah invansi.

Negara tidak lagi berdaulat di tengah euforia demokrasi liberal yang melahirkan proxy dalam tata kelola pemerintahan bayangan pemodal. Kontestasi politik menjadi ruang transaksional politisi oportunis, pemilu menjadi panggung perdagangan kursi kekuasaan bagi para badut politik pragmatisme.

Neo kapitalisme berhasil menyihir materialisme sebagai alat untuk mempersatukan negara-negara di dunia menjadi sekutu kaum Kaballah.

Neo Kapitalisme adalah konsepsi ekonomi barat yang mengemban misi agar ekonomi global tetap berada di bawah tali kendali liberalisme yang bersandar pada ketergantungan sistem dunia perbankan dan investasi bantuan hutang. Dan Covid-19 patut diduga merupakan salah satu produk eksperimental mesin neo kapitalisme dengan ambisi mengeruk laba yang tak terhingga dari mesin industri farmasi
dan runtuhnya pilar tatanan ekonomi global.

Sebuah kejahatan yang paling terlarang, extra ordinary crime telah mencetak mata uang virtual dengan tinta darah jutaan manusia sejak era computerisasi menancapkan mazhab lintas batas yang meruntuhkan dinding tebal ruang dan waktu, hingga dunia pun bisa dilipat dalam genggaman smartphone. Dunia tengah bergerak menuju liang lahat kegelapan.

To Be Continued…

Tangerang, 02 September 2020

*Seorang praktisi hukum, pencinta kopi dan puisi.