Kondisi Memburuk Akibat Covid-19, Dino Patti Djalal Dirawat di ICU RSPAD Gatot Soebroto

0
432
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bersama istri/ist

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal dinyatakan positif Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh pihak Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).

“Kami dari keluarga besar FPCI menyampaikan kabar bahwa Chairman kami, Dr Dino Patti Djalal, positif Covid-19.”

“Di mana dalam enam hari terakhir beliau mengalami gangguan sistem pernapasan,” ujar Mohamad Irfan, Executive Secretary FPCI, lewat keterangan Sekretariat FPCI, Rabu (16/9/2020).

Irfan pun mengonfimasi sebelum dinyatakan positif, kondisi Dino semakin memburuk karena gangguan pernapasan tersebut.

“Karena kondisi yang semakin buruk, Dr Dino Patti Djalal diangkut ke RSPAD pada tanggal 15 September 2020.”

“Hari ini, beliau telah dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan khusus,” lanjut Irfan.

Irfan pun berharap publik mendoakan founder FPCI tersebut, sehingga bisa melalui cobaan ini dan dapat segera sembuh.

“Beliau mengirim salam and all his love kepada semua sahabat,” ucap Irfan.

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

“Beliau masih menunggu hasi PCR Test,” kata Mohamad Irfan, Executive Secretary
Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), lewat pesan singkat, Selasa (15/9/2020).

Irfan mengatakan, kondisi Dino belum diketahui apakah positif atau negatif Covid-19.

“Kondisi beliau masih belum bisa dipastikan apakah Covid-19 atau bukan, karena untuk diketahui ini beliau masih menunggu hasil PCR test,” jelasnya.

Irfan meminta doa kepada publik agar hasil tes swab Dino yang merupakan founder FPCU, negatif.

“Semoga hasilnya negatif dan Pak Dino dapat istirahat untuk sementara waktu,” harapnya.

Selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Dino Patti Djalal turut membantu memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Program bantuan tersebut dinamakan Diaspora Peduli.

Dino Patti Djalal mengatakan, program diaspora peduli memanfaatkan segmen yang sangat khusus, yaitu 6 juta diaspora yang tersebar di seluruh dunia.

Adapun skema rencana yang akan dilakukan dalam gerakan Solidarita Diaspora ini antara lain ‘family to family atau 1 for 1, yaitu membantu satu keluarga, atau lebih dari satu keluarga.

Definisi ‘family’ diperluas dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi faktual calon penerima donasi.

“6 juta diaspora yang kaya akan modal, ilmu, jaringan, dan semangat patriotisme untuk bisa sambung rasa dan sambung rezeki dengan 3-4 juta yang baru terkena PHK,” papar Dino di Graha BNPB, Jakarta.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 15 September 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 56.175 (24.6%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 38.809 (17.6%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 18.111 (8.1%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 14.938 (6.6%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 13.583 (6.2%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 9.500 (4.3%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 8.808 (3.9%)

BALI

Jumlah Kasus: 7.380 (3.3%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 6.100 (2.7%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 5.118 (2.3%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 4.637 (2.0%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 4.171 (1.9%)

RIAU

Jumlah Kasus: 4.054 (1.7%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 3.636 (1.6%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 3.633 (1.5%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 3.059 (1.4%)

ACEH

Jumlah Kasus: 3.032 (1.2%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 2.981 (1.4%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 2.481 (1.1%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 2.330 (1.1%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.956 (0.9%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 1.948 (0.9%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 1.895 (0.8%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 1.438 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 1.236 (0.5%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 784 (0.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 644 (0.3%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 479 (0.2%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 476 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 475 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 331 (0.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 284 (0.1%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 276 (0.1%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 272 (0.1%). (Reza Deni)

Wartakotalivewartakota.tribunnews.com