Tujuh Goal Aston Villa Bantai Liverpool, Identik dengan Tujuh Fraksi Bantai Penolak RUU Cipta Kerja

0
611

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Tragis Jawara Liga Inggris Liverpool gawangnya harus kebobolan tujuh goal dari lawannya yang nyaris terdegradasi tahun lalu, Aston Villa, Senin (5/10) dini hari waktu +62. Dua malam sebelumnya tragis pula, tujuh fraksi DPR RI telah menggoalkan RUU Cipta Kerja untuk menjadi Undang-Undang (UU) pada tengah malam, Sabtu (3/10).

Menarik untuk ditelisik kemiripan score di lapangan hijau Liga Inggris dengan di Gedung Senayan tempat yang konon wakil rakyat bersidang. Di lapangan hijau Liga Inggris Aston Villa membantai Liverpool dengan score 7-2, sedangkan di Gedung DPR Senayan tujuh fraksi pendukung membantai dua fraksi penolak RUU Cipta Kerja yakni fraksi PKS dan Demokrat yang scorenya juga, 7-2.

Dampak pembantaian Liverpool oleh Aston Villa mungkin dampak kekecewaannya hanya dirasakan bagi sebagian kecil bolamania pendukung Liverpool. Sementara dampak pembantaian dua fraksi oleh tujuh fraksi DPR yang menggoalkan RUU Cipta Kerja menjadi UU dampaknya lebih luas lagi bukan hanya bagi rakyat pemilih PKS dan Demokrat saja tapi sangat mungkin rakyat pemilih tujuh partai pendukung RUU yang satu ini juga terkena dampaknya.

Dampak dari pembantaian Liverpool tidaklah terasa bagi jalannya perikehidupan kita, lain lagi dengan dampak digoalkannya RUU yang satu ini menjadi UU bisa jadi akan mempengaruhi jalannya perikehidupan kita. Karena diindikasikan banyak pasal-pasal yang sangat kontrovisial yang akan sangat mengusik kenyamanan kehidupan rakyat.

Dalam kondisi seperti ini, kalaulah partai atau fraksi pendukung RUU yang satu ini mengklaim dirinya mewakili rakyat, maka layaklah timbul pertanyaan, rakyat yang mana yang mereka wakili? Sementara rakyat yang konon diwakilinya merasa terusik kenyamanannya.

Kasus RUU Cipta Kerja ini, semoga menjadi sebuah pembelajaran politik yang sangat berharga bagi rakyat pemilih untuk lebih cerdas lagi dalam memilih wakil-wakilnya. Soal pilih-memilih wakil rakyat lewat partai bukan masalah remeh-temeh, tapi diperlukan kecerdasan karena semuanya nanti akan dituntut pertanggungjawabannya di hadapan-Nya. Demikian pula, soal pilih-memilih presiden dan pemilihan pimpinan daerah melalui pilkada.

Belajar dari kejadian demi kejadian yang terjadi di negeri ini, akhirnya berseliweranlah lewat medsos tulisan berjudul: “Tragedi Tengah Malam Kembali Terjadi” yang intinya mengingatkan kita semua khususnya rakyat pemilih.

Menyikapi kondisi yang terjadi saat ini, layak kita renungkan dan hayati bersama peringatan dari Allah SWT kepada kita lewat firman-Nya: “Barangsiapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, “(Kewajiban kami hanyalah) taat.” Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebagian dari mereka mengatur siasat pada malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur pada malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung” (QS. An Nisaa,4:80-81).