Bambang Eka Ketum Gaspermindo Pertanyakan Penangkapan Jumhur Seperti Penculikan 

0
831
JUMHUR HIDAYAT/ist

JAKARTASATU.COM – Ketua Umum DPP Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo) Bambang Eka mempertanyakan soal penangkapan Jumhur Hidayat Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur ditangkap yang menyebut oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) sebanyak 30 orang dengan pakaian preman.

Menurut Bambang dari keterangan keluarga bahwa pada pagi pukul 7an pagi datang sekitar 30 orang datang ke rumah, langsung gedor kamar tidur dan maksa masuk.

“Istrinya Jumhur masih belum belum pake jilbab, tapi mereka sudah memaksa dorong masuk (padahal sudah dikasih tau mau pakai jilbab dulu). Ada anaknya  juga yang masih  tidur di dalam kamar, mereka tidak menghiraukan, ada 4-5 orang masuk kamar tidur langsung menggeledah isi kamar tidur semua laci dibuka dan Jumhur di bawa keluar (masih luka perutnya pasca operasi),” jelas Bambang Eka menirukan cerita adik Jumhur Agung.

Kepada Jakartasatu.com Bambang Eka menambahkan bahawa, semua hp, laptop, ipad, motherboard komputer di bawa, berikut brankas, dan entah buku atau apa lagi sekantong plastik, lanjutnya.

Bambang Eka juga meneceritakan bahwa keterangan keluarga Jumhur bilang, semua kamar anak-anak di masukin dan digeledah. “Anak-anaknya kasian pada kaget banyak orang masuk. Mereka bilang akan bawa Jumhur ke bareskrim, perihal anjuran kebencian. Istri Jumhur yang bingung sempat meminta surat tugas namun tidak dikasih. Tolong di cek apakah betul Kang Jumhur dibawa ke Bareskrim? Atau kemana? “Begini amat perlakuan kayak mau nangkap penjahat,” kata  Bambang menirukan ungkapan Istri Jumhur yang disampaikan adiknya Jumhur.

Bambang Eka atas nama Gaspermindo mempertanyakan apakah Jumhur ini di culik atau apa? “Karena kalau ambil semua barang di rumah masuk halaman orang kan sudah pidana, apakah aparat begitu semua?” tanyanya.

Bambang juga mendesak agar perlakukan kepada Jumhur yang mantan ketua umum Gaspermindo ini diperlakukan sebagai warga negara yang baik. “Ia taat hukum, jangan dilakukan seperti terhadap penjahat atau teroris, kan kasusnya saja tidak jelas,” pungkas Bambang.  |AME/JAKSAT