SINTONG PANJAITAN SAMA DENGAN LUHUT PANJAITAN

0
981
M Rizal Fadillah/FOTO OLAHAN JAKSAT

by M Rizal Fadillah

Adalah Sintong Panjaitan yang berkoar-koar bahwa komunis sama sekali sudah tidak ada. Komunis sudah habis di dunia. Buta sekali dia seolah tidak bisa melihat ada Partai Komunis Cina. Apa RRC ideologinya sudah berubah jadi ideologi agama ? Tidak boss, tetap komunis.

RRC tidak mengurung diri di rumahnya, tidak me-lock down negerinya. Justru sedang giat-giatnya mengembangkan pengaruh dan kekuasaannya. Hegemoni Cina luar biasa terbangun. Bahkan warganegara bangsa lain keturunan Cina diakui dan dijadikan jaringan kepentingan politiknya. Partai Komunis Cina yang mencanangkan jaringan warga diaspora. Sementara program OBOR membuat Cina bercahaya di mana-mana.

Indonesia termasuk yang tertipu dan menjadikan Cina sebagai Mbah bahkan Berhala. Masyarakat melihat liason officernya adalah Bapak Menko Marinvest Luhut Panjaitan alias Opung. Sangat berani Bapak kita ini membela Cina dengan investasi jor-jorannya. Membutakan diri akan kemungkinan komunis menungganggi.

Sama dengan Sintong Panjaitan yang menantang rakyat untuk tunjukan 10 orang saja komunis. Komunis sudah tidak ada sergahnya. Berbeda dengan dua Jenderal lainnya yakni Ryamizard Ryacudu dan Gatot Nurmantyo yang selalu berpidato mengingatkan keberadaan Komunis dan bangkitnya PKI. Ryacudu bahkan menuding mereka yang ribut tidak ada komunis jangan-jangan dia yang komunis.

Ryamizard dan Gatot ingin menjahit bangsa dari keretakan dan perpecahan akibat ulah komunis yang gemar memfitnah dan memecah-belah. Sementara Sintong dan Luhut justru seperti melepas jahitan agar bangsa abai terhadap kerja komunis yang memecah belah. Aneh untuk tidak mewaspadai PKI dukungan Cina yang dapat bereinkarnasi kini. Ingat bahwa dulu juga banyak komunis menyusup di tentara. TNI saja telah dibuat retak.

Pernyataan bahaya bagi bangsa saat ini adalah bahwa komunis itu sudah tidak ada. “Sudah kapok komunis di Indonesia” kata Sintong. Jaminan apa yang bisa diberikan pada bangsa dan rakyat Indonesia ? Rakyat tidak percaya pada omongan Sintong atau Luhut.

Pada RUU HIP saja yang ditolak dan diindikasi berbau komunis, rezim yang didukung para jenderal “abu-abu” diam saja. Tidak mau membuktikan bahwa dirinya merah putih yang siap membela Pancasila yang sah.
Pancasila 1Juni 1945 malah dibiarkan berkibar.

Para jenderal “abu-abu” ikut menuduh “Orde Baru” kepada masyarakat yang berteriak kembalikan negara pada Pancasila dan UUD 1945 18 Agustus 1945. Memang komunis itu sangat nyaman hidup di masa Orde Lama saat Soekarno berkuasa dan bersahabat dengan PKI. Hancurnya PKI membawa dendam. Tapi sejarah tak bisa dibantah.

Sintong Panjaitan sama saja dengan Luhut Panjaitan yang seperti lupa bahwa Jenderal DI Panjaitan dahulu telah menjadi korban dari kebiadaban PKI dan komunis. Tangan yang dipakai adalah juga tentara yang tidak pernah mengaku komunis yang bernama Cakra Birawa.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 13 Oktober 2020