EDHY DISIKAT PRABOWO MELAWAN?

0
4502
Menteri Kelautan-dan Perikanan Edhy Prabowo/ANTARA

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Penangkapan Edhy Prabowo oleh KPK merupakan pukulan telak bagi Prabowo. Sebagai ahli strategi kali ini Prabowo kalah strategi dengan rival politiknya. Diam-diam Prabowo ‘ditusuk’ oleh lawan melalui Edhy Prabowo.

Disikatnya Edhy Prabowo tidak terlepas dari isu persaingan. Persaingan di kabinet, persaingan bisnis dan persaingan politik 2024.

Isu reshuffle kabinet pasca disahkannya UU Cilaka membuka ruang ‘balas budi’ dari senayan ke kementerian.

Banyak pula yang ‘sakit hati’ dibukanya kran ekspor baby lobster. Konon banyak memberikan ‘angin’ ke orang-orang dekat Edhy Prabowo.

Bisa juga pemanasan persaingan politik 2024. Upaya merusak citra Prabowo yang digadang-gadang bakal maju lagi dalam Pilpres 2024 dan mengganggu relasi dengan mitra politik terdekatnya, Megawati.

Ada beberapa kemungkinan tentang posisi Gerindra di kabinet khususnya Menteri KKP. Tetap, digeser atau berkurang.

Kemungkinannya adalah posisi Menteri KKP masih diisi orang Gerindra. Kasus Edhy Prabowo hanya untuk mempermalukan dan memperlemah daya tawar Prabowo. Pelan-pelan Prabowo tersingkir dan disingkirkan.

Bila Menteri KKP masih dijabat orang Gerindra. Kemungkinan Sufmi Dasco Ahmad yang sekarang menjabat Ketua Harian Gerindra dan Wakil Ketua DPR berpeluang besar menggantikan Edhy Prabowo.

Peluang lain adalah Fadli Zon masuk kabinet. Tentu saja publik akan berspekulasi masuknya Fadli Zon bagian dari ‘membungkam’ politisi Gerindra tersebut yang acapkali kritis terhadap rezim sekarang.

Ada kemungkinan pula digeser ke kementerian lain atau malah jatah Gerindra di kabinet berkurang. Tergantung skenario dan kalkulasi politik yang sedang dimainkan.

Seberapa jauh dan kuat ‘perlawanan’ Prabowo sangat tergantung dengan strategi Prabowo. Pukulan Prabowo lebih telak atau malah tidak kena sasaran sama sekali.

Prabowo tersingkir dan disingkirkan sehingga kans makin mengecil untuk 2024 terutama ‘merusak’ deal politik 2024 antara Prabowo, Megawati dan Jokowi.

Bandung, 10 Rabiul Tsani 1442/26 November 2020