JOKOWI “MENAMPAR” MEGAWATI

0
1263
Foto : Istimewa

by M Rizal Fadillah

Ketika Eddy Prabowo tertangkap kasus korupsi benih lobster, tanpa berkomentar pun Jokowi sebenarnya menonjok Prabowo. Prabowo sang Ketum Gerindra faham akan posisinya lalu ikut menyalahkan dan marah habis-habisan atas perilaku korup Eddy. Predikat kasar “anak selokan” disandangkan pada anak emasnya ini.

Berbeda dengan kasus penahanan Juliari Peter Batubara. Jokowi berkomentar keras atas kader PDIP ini dengan menyatakan telah mengingatkan agar dana bansos Covid 19 tidak disalahgunakan. Uang rakyat katanya. Sementara Megawati belum berkomentar apapun atas peristiwa yang menimpa Wakil Bendahara Umum PDIP itu. Baru Sekjen Hasto yang mengomentari normatif soal menghormati proses hukum.

Ditunggu sikap Megawati atas “tamparan” Jokowi, apakah menerima seperti Prabowo atau melawan menampar balik ? Ini bisa mengulangi kasus saat Megawati melalui tangan Kejagung “menekan” Jokowi dalam kasus Jiwasraya yang kemudian Jokowi membalas melalui KPK untuk menghajar Harun Masiku yang hilang hingga kini.

PDIP yang dipimpin Megawati memang pemenang Pemilu akan tetapi tidak mampu menjadi partai yang “menguasai” pemerintahan. Benar bahwa Jokowi diajukan sebagai Capres oleh PDIP tetapi fakta politiknya Megawati tidak mampu mengendalikan Jokowi setelah menjadi Presiden. Malahan Luhut Panjaitan yang lebih dominan dan menentukan.

Terakhir saat Megawati ribut meminta reshuffle Kabinet, dan tentunya meminta porsi lebih kekuasaan, Jokowi tak menggubris. Hingga kini tak ada reshuffle. Alih-alih reshuffle, justru Menteri PDIP yang ditangkap. Tamparan lebih kerasnya, KPK siap melakukan tuntutan hukuman mati kepada Juliari.

Nampaknya narasi Megawati tidak mudah. Jika keras dan marah kepada Juliari, maka membuka peluang bagi Juliari untuk membongkar habis aliran dana, siapa tahu banyak yang masuk kas partai. Jika lunak atau membela tentu disimpulkan ada kebersamaan partai dalam menggasak dana bansos. Masyarakat menunggu pandangan Ketua Umum PDIP atas kasus kadernya ini.

Adakah hubungan “tamparan” ini dengan kekecewaan Jokowi soal kandidat Kapolri dimana Kapolda Metro Irjen Pol Nana Sudjana yang dikenal “geng Solo” tersingkir dalam persaingan dengan “geng Pejaten” dan “geng Makasar” ? Entahlah. Nyatanya Jokowi menyatakan tidak akan melindungi Juliari yang tersangkut korupsi dana Covid 19.

Ditunggu pernyataan Megawati. Tetapi mungkin juga Bu Mega masih merenung secara mendalam atas banyaknya kader PDIP yang tersangkut kasus korupsi di Pusat maupun Daerah. Apalagi yang korupsi saat ini setingkat Menteri dan jajaran Bendahara PDIP lagi. Pusing pala Barbie.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 7 Desember 2020