Telisik Misteri Rest Area KM 50 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

0
1037

Oleh Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Dalam sepekan terakhir ini sejak terjadinya insiden penembakan 6 anggota laskar FPI hingga tewas pada Senin (7/12/2020) dini hari yang terjadi di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek Km.50, mendadak lokasi Rest Area Km.50 menjadi tranding topic di sejumlah media.

Kondisi Rest Area Km.50 ini dalam kesehariannya tidaklah begitu seramai rest-rest area lainnya yang ada di sepanjang ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek. Pascainsiden Senin (7/12) dini hari, mulailah para pengguna jalan dari arah Jakarta-Cikampek dengan sedikit memperlambat laju kendaraannya melirik ke kiri dan dari arah sebaliknya melirik ke kanan melihat lokasi Rest Area Km.50.

Bagi para pengguna ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek yang berkendaraan pribadi, kini tak menutup kemungkinan akan beristirahat sejenak di rest area tersebut untuk melampiaskan kepenasarannya melihat-lihat lokasi insiden yang cukup memilukan sekaligus memalukan.

Patut ditelisik kenapa disebut insiden yang memilukan dan memalukan. Disebut memilukan karena dalam hitungan waktu singkat enam orang harus meregang nyawa. Dikatakan malu karena seperti keluhan-keluhan banyak orang yang mengatakan, bahwa kini harga-harga kebutuhan bahan pokok mahal yang murah di sini adalah nyawa manusia.

Insiden yang sangat memilukan dan memalukan ini, layaklah jika kemudian mengundang keprihatinan sejumlah pihak yang menuntut dibentuk tim independen untuk menilisik insiden yang terjadi agar masyarakat mendapatkan kejelasan di tengah kesimpangsiuran narasi pemberitaan.

Dalam kasus ini penulis teringat akan nasihat Ali bin Abi Thalib yang mengingatkan: “Berhati-hatilah dengan kebohongan, baik yang besar maupun kecil, serius maupun bercanda. Sebab jika seseorang telah menceritakan sebuah kebohongan kecil, maka dia juga akan berani untuk menceritakan kebohongan yang besar”.***