Catatan Akhir Tahun 2020: PRABOWO-SANDI JADI MENTERI, PENDUKUNG MERATAPI NASIB

0
852

by Tarmidzi Yusuf
Pengamat Politik dan Sosial

Jangan terlalu fanatik mendukung pasangan calon dalam setiap pemilihan.

Entah Pilpres, pilkada, pileg maupun pilkades. Bila tidak, anda bisa kecewa bahkan bunuh diri di pohon tomat.

Dalam politik konvensional, tidak ada kawan dan lawan abadi. Yang ada kepentingan abadi, kekuasaan.

Kepentingan kekuasaan? Ya, kepentingan untuk berkuasa. Politik itu pragmatis bukan idealis. Membela kepentingan rakyat hanya pemanis untuk merebut hati rakyat.

Apalagi kepentingan Kebenaran Hakiki. Jauh panggang dari api. Timbul tenggelam bersama rakyat. Prabowo – Sandi timbul, rakyat tengelam. Bahkan, pendukung satu persatu masuk penjara. Malah ada yang ditembak di kilometer 50. Suaranya pun tak terdengar lagi menggelagar di podium.

Dalam politik kekinian, rakyat hanya jadi alat politik untuk meraih kekuasaan. Rakyat hanya menjadi barang dagangan para politisi.

Pasca pemilihan anda ditinggalkan. Kembali ke habitat asli. Anda cuma geleng-geleng kepala melihat permainan politik politisi.

Jangan heran bila anda sudah berdarah-darah mendukung Prabowo – Sandi, melihat realitas Prabowo – Sandi bagian dari kekuasaan. Kemarin dalam pilpres menjadi rivalitas yang mengorbankan ratusan nyawa tak berdosa. Konon katanya, timbul tenggelam bersama rakyat. Ternyata berputar haluan sepiring berdua dengan kompetitor.

Dada anda masih nyesak hingga kini. ‘Pemenang’ yang dimenangkan, berangkulan mesra dengan calon yang anda dukung. Sementara anda hanya marah dan ngomel-ngomel di media sosial menumpahkan kekesalan.

Begitu juga, bila anda menyaksikan yang dulunya berseberangan secara politik bahkan menghina simbol-simbol agama mayoritas. Sekarang berangkulan bagi-bagi kue kekuasaan.

Bila tujuan anda berpolitik hanya untuk kekuasaan, maka antara hitam dan putih menjadi bias. Yang tampak hanyalah abu-abu, yang bisa jadi menjerumuskan kehidupan anda. Anda lugu dan ikhlas, berkorban baik materi, tenaga maupun pikiran mendukung Prabowo – Sandi. Nyatanya, pendukung makin merana dan meratapi nasib.

Saatnya anda jadi manusia merdeka. Demokrasi itu palsu dan menipu. Kembali ke ajaran agama yang anda yakini. Contohlah cara berpolitik manusia terbaik, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Tinggalkan calon pemimpin yang hanya berpikir bagaimana berkuasa. Carilah pemimpin yang membawa nilai-nilai agama untuk diperjuangkan. Bukan calon pemimpin yang menjual pendukung dan agamanya untuk kekuasaan.

Bandung, 10 Jumadil Awwal 1442/25 Desember 2020