Catatan Akhir Tahun 2020: PRIBUMI YANG HILANG

0
860

by Tarmidzi Yusuf
Pengamat Politik dan Sosial

Lahir di Indonesia
Kecil hingga tua hidup di Indonesia.
Matipun dikubur di Indonesia.

Orang Indonesia asli.
Sejak 2008 KAMI tidak boleh menyebut penduduk asli dengan pribumi.

KAMI orang Indonesia asli seperti bukan orang Indonesia asli, diperlakukan seperti pendatang.
Pendatang diperlakukan seperti orang Indonesia asli.

Populasi penduduk Indonesia, 267 juta jiwa.
Populasi penduduk Indonesia, etnis china hanya, sekali lagi hanya, 1,2% atau sekitar 3,2 juta jiwa.

Populasi 1,2% menguasai 80% lahan di Indonesia.
1 orang konglomerat etnis china memiliki 5,5 juta hektar lahan.

Segelintir orang, 1,2% menguasai 85% ekonomi Indonesia.
10% orang terkaya di Indonesia menguasai 75,7% kekayaan nasional.
4 orang terkaya di Indonesia setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin.

Populasi 3,2 juta orang menguasai politik dari total populasi penduduk Indonesia, 267 juta jiwa.
Dulu, era orde baru kita mengenal konglomerasi ekonomi.
Kini, era reformasi tidak saja konglomerasi ekonomi tetapi juga konglomerasi politik.

Perampokan uang BLBI dan Bank Century ratusan triliun oleh siapa?
Perampokan Jiwasraya dan Asabri puluhan triliun oleh siapa?

Bukan oleh pribumi,
Bukan oleh orang Islam,
Bukan pula oleh ulama atau habib,

Tapi…..

Kenapa yang dikejar-kejar Pribumi?
Kenapa yang diobok-obok ummat Islam?
Kenapa ulama dan habib yang ditangkap dan dipenjara?

Etnis keturunan china tepuk tangan.
Etnis keturunan china dielu-elukan.
Etnis keturunan china kebal hukum.

Padahal….

Konglomerat hitam etnis keturunan china.
Perampok dana BLBI dan Bank Century, etnis keturunan china.
Perampok Jiwasraya dan Asabri, etnis keturunan china.

Sekarang mau bilang pribumi, takut.
Pribumi perlahan namun pasti akan sirna dari bumi Indonesia.

Pribumi terusir dari negaranya sendiri.
Pribumi Indonesia sedang mengikuti jejak bangsa Palestina dan Tibet.

Bandung, 13 Jumadil Awwal 1442/28 Desember 2020