MARBELLA HOTEL, ROMANTISME NUANSA MEDITERANIA

0
3351

JAKARTASATU.COM – Wabah covid-19 belum juga usai selama setahun ini, bahkan kini gelombang II penyebaran virus yang semakin masif saja dan menyebabkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) jilid dua kembali di berlakukan.

Sejak bulan Maret 2020 lalu beberapa perkantoran sudah mempekerjakan karyawannya di rumah – Work From Home (WFH), anak-anak sekolah belajar lewat daring, dimana semua orang lebih banyak beraktifitas di rumah. Tentunya semua ini ada nilai positif dan negatifnya yang bisa diambil. Salah satu nilai positif yang dapat dilihat, adalah untuk membangun kembali kualitas keluarga, sedangkan negatifnya bisa dirundung rasa bosan karena terbatasnya kesempatan untuk bepergian yang tak bisa kemana-mana.

Jadi dimanakah tempat yang masih bisa dikunjungi untuk menginap dan rekreasi atau sekedar menikmati makan siang atau dinner? Hmmmm…..Jangankan mau rekreasi, untuk sekadar menyeruput nikmatnya coffe di salah satu sudut café saja dilarang, apalagi PSBB ini diperpanjang hingga tanggal 25 Januari 2021 ke depan. Kemana lagi tempat yang indah aman dan nyaman untuk pergi dan melancong tanpa rasa takut terpapar covid-19?

Mungkin anda bisa mencoba pergi ke Anyer, jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh, hanya memerlukan waktu 2 jam saja untuk tiba di sana. Bau aroma udara air asin laut sebagai daya tarik tersendiri. Anda bisa memilih tempat penginapan yang disesuaikan dengan kocek anda.

Mulai dari hotel berbintang sampai hanya pada penginapan yang biasa-biasa saja dengan berbagai gaya arsitektur. Namun apabila anda ingin menikmati romantisme bangunan dan suasana pantai yang eksotis, mungkin bisa jatuh pilihan ke konsep gaya bangunan mediterania seperti yang ada di Marbella Hotel Convention & Spa – Anyer.

Gaya arsitektur dengan konsep mediterania ini, telah muncul untuk pertama kalinya di era tahun 1920-an, dan mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an. Gaya arsitektur mediterania, merupakan penyebutan gaya dari bangunan yang mirip dengan gaya bangunan yang berada di daerah mediterania.

Bangunannya tampak megah dan terkesan elegan, akan tetapi sejatinya bangunan ini hadir bukan diperuntukkan bagi negara dengan situasi iklim dan geografis seperti di Indonesia. Konsep dan filosofis bangunan dengan gaya arsitektur mediterania banyak menggunakan bahan-bahan bangunan yang berasal dari alam, dan dalam perkembangan selanjutnya, sangat di pengaruhi oleh budaya masyarakat setempat.

Arsitektur gaya mediterania ini sesungguhnya diperuntukkan bagi tempat dan kondisi dimana intensitas hembusan angin cukup tinggi, sehingga bagunan ini memliki karakter struktur yang tinggi dengan ciri khas memiliki beranda di lantai bawah dan lantai atas.

Umumnya bangunan bergaya mediterania menggunakan warna-warna tembok dengan warna-warna cenderung pucat dan lembut yang disesuaikan dengan kondisi alamnya, seperti misalnya warna putih, coklat pasir, hujau, dan biru langit serta warna laut. Gaya arsitektur rumah Mediterania selain terpengaruh dari kebudayaan Yunani juga banyak mengadopsi dari kebudayaan Spanyol dengan warna-warna coklat kemerahan, atau kuning pucat sebagai simbol yang melambangkan kondisi geografis Spanyol yang bergurun di bagian Selatan.

Ada beberapa type gaya dari bangunan mediterania seperti yang berada di kawasan benua Eropa yang banyak terpengaruh pada kebudayaan negara Yunani dan Spanyol, sehingga menyebabkan gaya arsitektur mediterania memiliki karakter sedikit berbeda. Ada tiga tipe gaya arsitektur mediterani yaitu :

1. Bangunan dengan Tipe Mediterania bergaya Yunani ; Arsitektur dengan tipe ini lebih tampak sederhana dengan perabotan modern yang elegan namun sederhana. Corak dinding yang tidak halus seperti plesteran dengan lantai kayu, biasanya berwana putih. Warna biru kobalt dan turquoise, adalah ke-khasan warna yang sering digunakan pada arsitektur bergaya Yunani ini.

Sedangkan di Indonesia, trend gaya Romawi banyak menginspirasi, ciri khasnya banyak menonjolkan susunan batu yang di ukir, dan berjajar rapi. Ciri khas dari konsep bangunan Romawi adalah adanya dinding yang berasal dari batuan-batuan yang diukir dengan pilar-pilar yang kokoh, serta pintu dan jendela bangunan berupa lengkungan yang sungguh artistik. Contohya adalah seperti pada bangunan kuil thesseion di Athena, atau bangunan Collosseum di Roma.

2. Tipe bangunan Mediterania bergaya Italia : memiliki ciri khas dengan menggunakan warna-warna earthy tone seperti merah marun, cokelat, dan jingga, dengan menggunakan material berbahan kayu berwarna cokelat.

3. Tipe bangunan Mediterania bergaya Spanyol ; Tipe ini mendapatkan pengaruh dari Spanyol, identik dengan kesan yang lebih ramai, sehingga penggunaan warna-warna cerah dan juga mural mozaic dengan penggunaan batuan yang berwarna kontras. Mediterania bergaya Spanyol ini juga banyak ditemukan di Indonesia, selain juga di negara-negara barat seperti Amerika Selatan.

Ciri khas gaya mediterania Spanyol bisa Anda lihat dari ciri-ciri berikut: Gentengnya terbuat dari tanah liat dengan warna terakota, Pada dindingnya diplester kasar dan bertekstur , Terdapat lengkungan-lengkungan di atas jendela dan pintu dengan ukiran-ukiran atau hiasan yang berasal dari batuan alam.

Gaya mediterania Spanyol ini yang paling mirip dengan gaya asli dari arsitektur seperti pada awal di tahun 1920an, dikarenakan letak negara Spanyol ini sangat dekat dengan kawasan mediterania. Gaya mediterania Spanyol ini dapat menjadi salah satu pilihan gaya arsitektur mediterania yang mungkin anda inginkan.

Berbagai tipe gaya arsitektur Mediterania, pada umumnya memiliki serambi atau portico, yang pada umumnya memiliki tiang-tiang penyangga yang kokoh pada sisi kiri dan kanan pada pintu masuk bangunan dengan pilar-pilar yang megah.

Akan tetapi tidak hanya pada bagian tonggak/kolom (portico),pilar-pilar juga dapat ditemukan pada sisi kanan dan kiri jendela hingga melewati pintu masuk pada bangunan. Teras yang luas bisa menjadi tempat pertemuan keluarga besar ataupun menerima tamu yang terkadang ada juga di tengah bangunan, dan biasanya dilengkapi dengan dekorasi air mancur dan taman rumput kecil

Atap, Dinding dan Lantai Bangunan Mediterania

Ada berbagai macam bentuk atap bangunan Mediterania , modelnya aneka ragam seperti bentuk datar, jengki dan perisai. Pada umumnya atap-atap ini menggunakan material genteng dari tanah liat yang berwarna cokelat kemerahan. Tritisan menjadi ciri dan karakter identitas dari gaya desain bangunan Mediterania.

Dinding bangunan bergaya mediterania menggunakan jenis batu bata yang kadang bertekstur, contohnya batu bata dari tanah liat yang memang mampu melindungi bangunan dari berbagai cuaca alam seperti panasnya terik matahari, suhu panas, dan hujan yang menjadi ciri ataupun sikon iklim umum kawasan mediterania.

Di belahan benua Eropa dan Amerika Selatan, umumnya dinding bangunan menggunakan batu alam yang memiliki tekstur asli dan yang lebih tegas dan kasar. Ciri khas lainnya bentuk lengkung dan ornamen banyak mendapatkan banyak pengaruh dari peradaban Roma. Bangunan mediterania memiliki elemen dekoratif yang detail dan rumit. Pada arsitektur dan gaya bangunan mediterania, anda tidak akan menemui hiasan yang sederhana tampak simple dan polos.

Umumnya lantai pada bangunan berasitektur Mediterania, material lantainya menggunakan ubin terakota. Namun, pada perkembangan ke depannya, kemajuan teknologi menggeser ubin terakota menjadi lantai dengan keramik berwarna earthy tone sehingga tampak selaras dan harmoni dengan tekstur dinding dan bangunan. Pada prinsipnya, arsitektur mediterania ini mengupayakan bangunan itu untuk dapat menyelaraskan keadaan alam sekitarnya, sehingga bahan-bahan yang di gunakan sedapat mungkin bersifat alami dari alam sehingga nampak natural.

Contohnya dapat di lihat dalam penggunaan batu dan juga tanah liat pada dinding bangunan. Gaya arsitektur mediterania yang ada di Indonesia banyak dipengaruhi oleh peradaban Islam, seperti yang terlihat pada bentuk lengkung pada pintu masuk, jendela, dan serambi.

Dari ulasan ini, gaya mediterani bisa anda temui di Marbella Hotel Convention & Spa – Anyer yang klasik dan eksotis. Dibelakang hotel tampak hamparan laut biru yang bisa juga untuk di nikmati bersama keluarga. Romantisme sunset dan hidangan di restorannya pun sungguh memberikan suasana yang romantik bila anda datang bersama pasangan.

Di kelilingi kolam renang dengan bentuk laguna yang menawan, dan pada setiap sudut anda bisa mengabadikan foto-foto klasik bergaya mediterani. Kira-kira apa type mediterania di Marbella Hotel, Convention & Spa- Anyer ya?

Silakan untuk menikmati foto dalam ulasan ini atau buktikan sendiri untuk mengunjunginya. Dan, jangan khawatir, semua karyawan yang bekerja di sana bebas covid-19, berkat pemeriksaan rutin selama 2 pekan sekali dengan mesin Avias-6 J (SUN) Foto-Foto by : Rui