Ketika Kehilangan Kata-kata

0
1112

Oleh: Taufan S. Chandranegara, praktisi seni

Ketika kata-kata telah direbut oleh iblis dari neraka. Apakah syair anggur dengan rembulan akan mengalir dari kepekaan suksma insan kehidupan. Lantas ketika kata-kata untuk bersyair telah direbut iblis dari neraka, apakah insan akan menggugat atau membunuh iblis itu.

Tidak, karena sebagai insan ilahi, berkewajiban iman dalam kesabaran berbudi luhur, merawat ruh di badan dalam tafakur kehidupan-khusyuk. Lalu, siapa akan membunuh iblis itu. Biarkan saja iblis itu tetap di neraka, karena dia bukan iman ilahiah, karena iblis hanya api dalam kata-katanya sendiri, tak pernah mampu mengggugat insan ilahi, meskipun
iblis berani merebut kata-kata insan, celaka betul, iblis tetap iblis, bodoh teramat pandir karena tak mampu membedakan insan ilahi atau bukan.

*

Karena iblis itu, merebut kata-kata dari sesama iblis, sebab iblis mencoba menggoda insan ilahi dengan memberi kegelisahan, kebimbangan, namun iblis itu terkecoh oleh ulahnya sendiri, terjebak dalam permainan dadu dalam mangkuk judi neraka, tempat tinggalnya sendiri, karena dia, iblis, si pandir pencuri kata-katanya sendiri, dari jenis kelaminnya sendiri.

Karena iblis tidak pernah menciptakan kebaikan apapun kecuali api dalam neraka dirinya sendiri, berdiam dalam kubangan neraka, karena judi dari kehidupan neraka itu sendiri. Iblis, tak pernah lepas dari sarangnya di neraka, dia berkubang di api neraka sepanjang usia bimasakti, tak akan pernah mampu melepas belenggu dari keinginannya sendiri, sebab habitat hidupnya ada dalam sumber api neraka.

Neraka amarah, neraka amuk, neraka dendam kesumat, neraka ancaman, neraka fitnah, neraka hipokrisi, neraka kebohongan, neraka tipu muslihat-manipulatif.

*

Syair dari semboyan pendidikan, Ki Hajar Dewantara, abadi bagi insan negeri ini, sebagai pendidik sangat menghormati negerinya, beliau menciptakan surga pendidikan sepanjang usia Indonesia, dengan semboyan, ‘ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani-di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan’,

salam sehat Indonesia

Jakarta Indonesia, January 13, 2021.