Kasus Tewasnya 6 Anggota FPI, Mahkamah Pidana Internasional, Tim Kuasa Hukum Menyebut Laporan Mereka Terkait Penembakan 6 Laskar FPI Telah Diterima Oleh Mahkamah Internasional

Kasus penembakan Cikampek yang menewaskan 6 Anggota FPI dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional, kini Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) itu berkas lengkapnya, menurut Tim Kuasa Hukum Telah Diterima oleh ICC Mahkamah Internasional di Den Haag Belanda

0
666

JAKARTASATU.COM – Ketua Tim Advokasi Korban Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), Hariadi Nasution SH menyebut bahwa Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda sudah menerima laporan dan berkas terkait insiden penembakan 6 laskar FPI oleh kepolisian RI.

“Saya perlu jelaskan, bentuknya itu bukan sebuah gugatan, akan tetapi seluruh laporan informasi terkait pelanggaran HAM berat sudah kita sampaikan kepada ICC, dan pihak ICC menyampaikan sudah menerima semua berkas tersebut dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Ombat itu, Ketua Tim Advokasi, pada Jumat (22/01/2021).

Dikatakan Ketua Tim Advokasi, Tak hanya insiden penembakan 6 Laskar FPI, Ombat menuturkan pihak ICC juga sudah menerima berkas laporan dugaan pembunuhan oleh aparatur keamanan Indonesia dalam peristiwa demonstrasi 21-23 Mei 2019 lalu.

Menurut Ombat Ketua Tim Advokasi, laporan itu sengaja dikirimkan agar ICC melihat indikasi mata rantai kekerasan yang terus dilakukan aparatur keamanan negara Indonesia.

“Seperti sudah menjadi kebijakan yang bersifat permanen oleh rezim Indonesia,” tuturnya.

Lanjut Ombat, masih menunggu tindak lanjut dan proses selanjutnya dari pihak ICC. Tak hanya ke ICC, Ketua Tim Advokasi mengaku turut mengirimkan laporan penembakan 6 Laskar FPI itu ke Committee Against Torture di Jenewa, Swiss pada 25 Desember 2020 lalu.

Laporan tersebut dikirimkan lantaran Indonesia terikat dalam Konvensi Anti-Penyiksaan yang sudah diratifikasi melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 1998 tentang Pengesahan Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak Manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia.

“Dalam hal perjuangan menegakkan hukum dan keadilan serta Hak Asasi Manusia, kita akan terus melakukan upaya-upaya yang di anggap perlu dan sesuai dengan mekanismenya,” tandas Ketua Tim Advokasi.

Seperti diketahui, insiden bentrokan antara polisi dengan enam Laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada Senin (07/12/2020) dini hari silam. Dalam kejadian tersebut, enam anggota laskar FPI tewas ditembak aparat kepolisian.

Masing-masing kelompok menyampaikan klaim atas kejadian tersebut, baik dari pihak FPI maupun polisi. Tepat usai insiden tersebut Komnas HAM langsung menggelar investigasi. Sebulan kemudian tim penyelidikan Komnas HAM menyimpulkan kejadian pada pengunjung tahun 2020 lalu tersebut sebagai pelanggaran HAM. (JAKSAT/RED)