Laporkan Din Syamsuddin Tokoh Radikal, Rizal Ramli: Alumni ITB Norak

0
737

JAKARTASATU.COM – Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) mengatakan bahwa kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) menghasilkan tokoh dan pemikir besar. ITB juga menghasilkan engineer hebat seperti Soekarno, Habibie, Rooseno, Sutami dll.

Namun sebagian kecil para alumninya juga ternyata berpikiran sempit, cupet.

“Eh ternyata sebagian kecil alumninya berfikiran cupet, terlalu banyak bergaul dengan intel melayu, jadi organ surveilance swasta, pengawas tokoh-tokoh yang dicap kekuasaan sebagai `ekstrimis`. Dulu Soekarno juga dicap `ektrimis` oleh Belanda & Antek-antek-nya,” ujar Menko Ekuin di era Presiden Gus Dur itu di akun Twitternya, @RamliRizal yang diunggah hari ini, Jumat (12/2).

RR yang juga Ekonom senior ini mengatakan bahwa tingkah laku tersebut termasuk norak, dan cetek. “Norak abis, jadi organ quasi-intel, kerdil, cetek & nora amat,” ujar RR.

Dia mengatakan sangat malu menyaksikan kelakuan busuk alumni ITB yang melaporkan Din Syamsuddin sebagai sosok radikal.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Sudarnoto A Hakim, menyesalkan tindakan kelompok manapun  yang mengklaim alumni ITB  dan kelompok lain, yang dengan sengaja telah mendiskreditkan dan menyudutkan Din Syamsuddin sebagai bagian dari kelompok radikal.

Hal ini disampaikan Sudarnoto terkait langkah sekelompok orang jebolan ITB yang melaporkan Din Syamsuddin kepada Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tuduhan radikalisme.

“Ini adalah tuduhan dan fitnah keji yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kepada seorang tokoh dan pemimpin muslim penting tingkat dunia yang sangat dihormati karena dalam waktu yang panjang telah mempromosikan Wasatiyatul Islam atau Islam Moderat di berbagai forum dunia,” pungkas Sudarnoto.

Sebelumnya, Ketua PBNU, Marsudi Syuhud, turut menanggapi soal Din Syamsuddin yang dituduh sebagai tokoh radikal. Marsudi mengaku belum bisa menemukan contoh konkret Din Syamsuddin termasuk seorang yang radikal.

“Tuduhan radikalisme terhadap tokoh Din Syamsuddin oleh pihak tertentu sampai detik ini saya belum bisa menemukan contoh konkret yang menggambarkan beliau adalah seorang yang radikal dalam bahasa lain `tathoruf` sebagaimana gambaran pikiran kita ketika diarahkan kepada sebuah kelompok yang `distempel` radikal pada umumnya,” kata Marsudi dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).

“Begitu pula ketika kata `radikal` yang diarahkan kepada beliau, sebagai seorang pemimpin `jam`iyah almutathorifah`, hidung saya belum bisa membau bau itu sampai saat ini. Apakah ini karena hidung saya lagi kena flu sehingga tidak berfungsi dengan baik, atau telinga saya yang `kopoken` sehingga belum bisa mendengarkan statement Pak Din yang masuk kategori radikal,” sambung Marsudi. (IND/JAKAST)

 

Gunakan metode ini untuk terlihat 15 tahun lebih muda! Resep
Gunakan metode ini untuk terlihat 15 tahun lebih muda! Resep
Meningkatkan penglihatanmu dalam 2 minggu itu mudah sekali!
Meningkatkan penglihatanmu dalam 2 minggu itu mudah sekali!
Makan 2 buah ini agar nyeri sendi hilang seketika
Makan 2 buah ini agar nyeri sendi hilang seketika
Anda bisa membayar listrik 3 atau 4 kali lebih murah! Anda cukup...
Anda bisa membayar listrik 3 atau 4 kali lebih murah! Anda cukup…
Pasang ini di meteran listrik, dan tagihan listrikmu akan turun 3 kali lipat!
Pasang ini di meteran listrik, dan tagihan listrikmu akan turun 3 kali lipat!
Pakar diabetes: "Lupakan insulin! Diabetes bisa diobati dengan produk biasa..."
Pakar diabetes: “Lupakan insulin! Diabetes bisa diobati dengan produk biasa…”
Colokkan ini di stopkontak, dan Anda tak perlu bayar listrik! Legal!
Colokkan ini di stopkontak, dan Anda tak perlu bayar listrik! Legal!
Tanaman ini memulihkan penglihatan dengan cepat. Klik di sini…
Tanaman ini memulihkan penglihatan dengan cepat. Klik di sini…
Tadinya aku tak punya uang untuk beli makan, kini punya segalanya, berkat...
Tadinya aku tak punya uang untuk beli makan, kini punya segalanya, berkat…

ARTIKEL TERKAIT