JEJAK JAHATMU DI DUNIA BOLEH KAU HILANGKAN TAPI CATATAN KEJAHATANMU SUDAH TERTULIS DALAM CATATAN AMALMU

0
1074
Tarmidzi Yusuf Pengamat Politik dan Sosial/dok pribadi olahan JAKSAT

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Saksi bisu pembantaian dan pembunuhan enam laskar FPI berupa bangunan di tol Jakarta Cikampek KM 50 telah rata dengan tanah.

Saksi hidup, para pedagang yang ada di rest area KM 50 telah lebih dulu ‘diusir’ dari lokasi pembantaian dan pembunuhan pengawal Habib Rizieq Shihab.

Upaya menghilangkan jejak dan bukti kejahatan terus mereka lakukan. Mereka lupa, ada Allah Yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Boleh jadi kalian para pembantai dan pembunuh enam laskar FPI bisa lolos dari pengadilan dan hukuman manusia, tapi kalian tidak akan bisa lolos dari pengadilan Allah subhanahu wata’ala.

Allah Ta’ala berfirman:

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِي الزُّبُرِ وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَكَبِيْرٍ مُسْتَطَرٌ

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (yang ada di tangan Malaikat). Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.” (QS. al-Qomar: 52-53)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لاَ يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَلاَ كَبِيْرَةً إِلاَّ أَحْصَاهَا وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلاَ يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: ‘Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.’ Dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun.” (QS. al-Kahfi: 49)

Lalu, apakah hikmah dicatatnya amal perbuatan manusia, padahal Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?

Salah satu hikmahnya, Wallahu Ta’ala a’lam, pencatatan amal ini dilakukan untuk menampakkan keadilan Allah ‘Azza wa Jalla. Karena di hari Kiamat kelak, manusia akan disuruh membaca catatan amalnya dan menghisab dirinya, sehingga tidak ada alasan lagi bagi orang yang bermaksiat untuk mengingkari dosa-dosanya, karena semua telah tertulis.

Selain itu, seluruh anggota tubuh akan bersaksi atas amal perbuatan.

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin: 65)

9 Rajab 1442/21 Februari 2021