KERUMUNAN MAUMERE: TES GELOMBANG TIGA PERIODE DAN HUKUM TEBANG PILIH?

838
Presiden Joko Widodo saat di Maumere/ist

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Ada gelagat Jokowi minta tiga periode. Gelagatnya terbaca makin masifnya penggiringan opini melalui lembaga survei. Kemarin, Selasa (23/2) kerumunan Jokowi di Meumere, NTT serasa masa kampanye Pilpres.

Jokowi ingin memberikan kesan kepada publik sebagai Presiden yang dicintai rakyat. Sambutan warga Maumere sangat antusias saat menyambut kunjungan Jokowi. Rekayasa atau murni, hanya Jokowi dan Gubernur NTT yang tahu.

Hanya publik menangkap kesan lain. Jokowi Presiden rasa Capres. Bukan masa kampanye lagi. Saatnya buktikan janji. Lagian, 2024 masih lama. Penggalangan opini dari sekarang, bisa jadi. Agar ada alasan amandemen Pasal 7 UUD 1945 tentang masa jabatan presiden maksimal dua periode. Itupun kalau partai politik mau tiga periode. Rasanya sulit.

Kesan lainnya, hukum tebang pilih. Menguatkan asumsi selama ini. Bahwa hukum di era Jokowi tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Tajam ke lawan politik dan tumpul ke mitra politik.

Kerumunan Jokowi di Maumere melanggar protokol kesehatan. Videonya jelas. Ada yang berani membantah?. Massa berkerumun tanpa jarak dan tidak bermasker. Menimbulkan kecurigaan tentang Covid-19. Ada apa sebenarnya dengan Covid-19? ‘Tunggangan’ bisnis dan politik? Wallahua’lam.

Kesan lainnya. Publik merasakan adanya diskriminasi hukum. Saat jutaan orang menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab di bandara Soekarno Hatta dan kerumunan Petamburan, dipersoalkan dan berujung ditangkap dan dipenjaranya HRS dan Pengurus FPI. Sementara kerumunan Jokowi di Maumere tak tersentuh hukum sama sekali. Salut jika polisi berani menangkap Jokowi.

Bila ada yang membela Jokowi dengan mengatakan Jokowi tidak mengundang massa. Apa bedanya dengan HRS. Kerumunan HRS di Soekarno Hatta dan Petamburan juga bukan atas undangan HRS. Massa datang secara sukarela tanpa direkayasa.

Mudah-mudahan kerumunan Jokowi di Maumere tidak mengurangi semangat publik menuntut keadilan. Bebaskan HRS tanpa syarat, tangkap dan adili pembunuh enam laskar FPI, hukum mati Juliari Peter Batubara, tangkap dan adili madam serta bubarkan partai yang terlibat korupsi Bansos Covid-19.

Rezim sedang mempertontonkan ketidakadilan. Semoga mata publik makin terbuka.

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. Ali Imran: 54)

Bandung, 13 Rajab 1442/25 Februari 2021