MENGENDUS FAKSI ANAS DIBALIK KUDETA PARTAI DEMOKRAT OLEH MOELDOKO

0
2769
Tarmidzi Yusuf Pengamat Politik dan Sosial/dok pribadi olahan JAKSAT

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Disinyalir tokoh senior mantan kader Partai Demokrat yang hadir di KLB abal-abal Partai Demokrat di Hotel The Hill Deli Serdang, Jum’at 5 Maret 2021. Mayoritas dari orang-orangnya dari Faksi Anas Urbaningrum (AU).

Mereka yang dikenal gigih memperjuangkan AU di Kongres 2010 yang mengantarkan AU menjadi orang nomor satu di Partai Demokrat. Bahkan santer terdengar ketika itu, AU Calon Presiden 2014.

Sayangnya, menurut info yang beredar ketika itu. Niat AU tercium SBY. Singkat cerita, Skandal Hambalang ‘mengubur’ impian AU dan faksinya untuk bersinar hingga 2014. Mereka tenggelam medio 2012 dan terkubur melalui KLB Partai Demokrat tahun 2013. Jika dicari celah, pejabat politik mana yang tidak korupsi di zaman now.

Aroma adanya balas dendam politik antara Faksi AU dan Moeldoko dengan ‘saling meminjam tangan’, yang kebetulan lagi mencari kendaraan politik untuk tahun 2024 terbaca dengan cerdik oleh Moeldoko dan istana. Memanfaatkan Faksi AU untuk tujuan politik Moeldoko dan istana.

Faksi AU dendam politik karena dihabisi SBY melalui Kongres Partai Demokrat tahun 2013. Setahun menjelang SBY lengser dari RI 1.

Adanya konspirasi politik antara Faksi AU dengan Moeldoko walaupun berbeda tujuan dan target politik. Target politik Faksi AU, ‘menghabisi’ politik dinasti SBY di Partai Demokrat. Sementara, target politik Moeldoko untuk kepentingan politik tahun 2024. Soal legal atau ilegal, soal belakangan. Yang penting, rebut kembali Partai Demokrat. Politik jahiliyah memang kejam dan tak bermoral.

‘Pertarungan’ Faksi AU dan SBY memasuki babak kedua pasca KLB Partai Demokrat tahun 2013. Nyaris semua orang-orang AU disingkirkan.

Setelah 7 tahun Faksi AU tersingkir dari Partai Demokrat. Kini, mereka menemukan ‘celah’. Balik ‘menghabisi’ SBY melalui kudeta Partai Demokrat oleh Moeldoko.

Diprediksi peluang kepengurusan Moeldoko cs untuk disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM sangat besar, bila tidak ada MLB (Manuver Luar Biasa) dari SBY untuk menggagalkan pengesahan kepengurusan Moeldoko cs oleh Menteri Hukum dan HAM.

Beginilah bila keserakahan dan ambisi politik tidak dibarengi dengan agama. Politik menghalakan segala cara. Politik ala orang-orang tidak beragama.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإمَارَةِ ، وَسَتَكونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَة

“Nanti engkau akan begitu tamak pada kekuasaan. Namun kelak di hari kiamat, engkau akan benar-benar menyesal” (HR. Bukhari no. 7148).

Bandung, 22 Rajab 1442/6 Maret 2021