Upaya Test the Water dengan Hapus Frasa Agama dalam PJPN

0
420
Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Oleh: Abu Muas T.(Pemerhati Masalah Sosial)

Hilangnya frasa agama dalam draft Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN) 2020-2035 tak urung menimbulkan kegaduhan baru, menyusul kegaduhan sebelumnya soal investasi minuman keras (Miras).

Nyaris sama, Test the Water soal Investasi Miras dalam Perpres nomor 10 Tahun 2021 dengan Hapus atau “didegradasinya” Frasa Agama dalam PJPN 2020-2035. Gulirkan dulu aturannya lalu tunggu reaksinya, jika tak ada reaksi penolakan dan desakan pencabutan atau revisi maka aturan jalan terus. Namun, jika muncul arus penolakan yang cukup kuat, maka segera aturan yang sudah digulirkan secepatnya dicabut atau revisi.

Model lempar batu di tengah balongan berisi air, lalu si pelempar batu bisa melihat sebesar atau setinggi apa muncratan airnya inilah Test the Water yang menjadi model penentu kebijakan “zaman now”. Anehnya, si pelempar batu tak kapok-kapok atau tak mau belajar pengalaman, bahwa jika melempar batu pada masalah yang sensitif tentu akan menimbulkan kegaduhan. Seperti lempar batu soal Investasi Miras dan lain sebagainya.

Patut diduga, konseptor PJPN 2020-2035 ini diindikasikan ada faktor kesengajaan mendegradasi frasa agama. Dari sisi nama cukup “keren” dan jangka waktunya cukup “lama”. Namanya keren juga, Peta Jalan Pendidikan Nasional, waktunya 15 tahun yang nyaris sama dengan satu generasi.

Sangat ironis, namanya saja “peta jalan” tapi tanpa frasa agama, akan diarahkan jalan kemana anak-anak didik kita ke surga atau neraka? Cukupkah anak-anak didik kita dididik dengan berbudi pekerti baik tanpa mengenal, memahami dan mengamalkan iman dan takwa? Sungguh celaka dan nista, jika benar-benar terjadi frasa agama dihilangkan, jangan-jangan nanti anak cucu kita pada tahun 2036 punya prinsip yang penting berbudi baik tak perlu lagi beragama dan shalat?

Namanya juga “peta jalan”, tentu dalam peta tersebut ada petunjuk arah demi keselamatan menuju titik tujuan. Tak dapat dibayangkan apa yang akan terjadi, jika frasa agama bak petunjuk arah dalam peta tersebut dihilangkan? ***