MENANTI PARLEMEN JALANAN INDONESIA BERGERAK

0
1841
Tarmidzi Yusuf Pengamat Politik dan Sosial/dok pribadi olahan JAKSAT

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Tadinya saya menduga Indonesia bakal seperti Myanmar dan Thailand. Seiring adanya kisruh di Partai Demokrat.

Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono yang akan memimpin rakyat turun ke jalan. Demo besar-besaran seperti yang terjadi di Myanmar dan Thailand.

Kenapa SBY yang memimpin ‘revolusi moral’? Kudeta Partai Demokrat oleh lingkaran istana bekerjasama dengan salah satu faksi yang tersingkir di Partai Demokrat menjadi alasan utama.

Setelah lebih dari setengah bulan, belum ada tanda-tanda SBY memobilisasi massa Partai Demokrat untuk mencegah legalisasi ‘kudeta’ Partai Demokrat oleh Kemenkumham. Betulkah ada ‘main mata’? Wallahua’lam bish-shawab.

Saat parlemen Indonesia, DPR ‘lumpuh’. Harapan tinggal pada SBY. SBY pun lewat. Prabowo ‘dikandangi’. IB HRS dipenjara. Lantas siapa?

Belum ada sosok pemberani dan penarik massa keluar ‘kandang’. Siapa dia? IB HRS. Sayangnya, beliau sedang terdzalimi. Dipenjara dan diadili secara tidak adil.

Satu-satunya harapan, Presidium KAMI. Trio Jenderal GN, Prof. Din Syamsuddin dan KH. Rochmat Wahab memimpin massa turun ke jalan.

Atau kita sedang menunggu sosok anak muda seperti Muhammad al-Fatih yang berhasil menaklukan konstantinopel?

Banyak alasan mengapa rakyat Indonesia harus ‘mengikuti’ jejak Myanmar dan Thailand turun ke jalan.

Kedzaliman yang sangat nyata. Perlakuan kasar terhadap IB HRS dalam persidangan online beberapa hari yang lalu. Rezim sedang mempertontonkan kedzaliman dan ketidakadilan.

Bagaimana emosi publik tidak meledak-ledak melihat perlakuan aparat terhadap ulama yang sangat dihormati dan disegani oleh pengikutnya.

Ini bisa memancing umat Islam bangkit dan bergerak. Layaknya rakyat Myanmar dan Thailand turun ke jalan-jalan tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

Beranikah rakyat turun ke jalan? Momentum sudah ada. Menunggu komando? Komando siapa? Ataukah kita masih berhitung? Berhitung yang memejamkan mata atau berhitung karena takut. Atau kita makin tak peduli dengan kondisi hari ini? Lebih sibuk mengurus dunia kita masing-masing?

Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Diam ditindas atau bangkit melawan?

Bandung, 8 Sya’ban 1442/22 Maret 2021