PERBEDAAN VISI JOKOWI DAN TENO HEIKA ( KAISAR JEPANG )

0
266

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

JOKOWI :

Dalam pindato nya saat berkunjung ke Aceh, Jokowi berujar : ” Undang Investor sebanyak mungkin, maka ekonomi akan tumbuh, terjadi pembangunan secara besar besaran, dan akan dicapai kemakmuran di Aceh !”

TENO HEIKA.

Saat bepergian dng di iring para pengawal , ditengah jalan Teno Heika berpapasan dng wanita tua yang sedang menyeret gerobak berisi kayu bakar, dengan penuh semangat . Seketika itu Teno Heika berkata kpd para pengawalnya seraya menunjuk ke wanita tua tadi , sambil berseru :”Bushido….Bushido” , yang berarti semangat tinggi penuh harga diri untuk mandiri atau terakhir disebut semangat “samurai”.

Mulai saat itu Kaisar Jepang tsb “menggembleng” rakyatnya untuk bekerja keras secara mandiri, penuh innovasi serta ber semangat “kami Kaze” yang mendidik perlunya harga diri yang tinggi. Dan dari usahanya yang keras dan penuh Visi jadilah bangsa Jepang yang terlihat spt sekarang !

Di Jepang penulis lihat ada juga produk luar negeri spt Mercedez Benz, Chlysser, Tesla dll. Tetapi mayoritas didominasi oleh Toyota, Suzuki, Honda, Mitsubishi…dst.

Perusahaan Listrik (bukan BUMN) tetapi dikelola swasta secara “Island System” antara lain ada Kanshai, TEPCO, Hokaido Electric dll yang satu dng lainnya tdk saling berhubungan atau dalam kondisi “Horizontal Unbundling”.

Dengan demikian meskipun Jepang Negara Kapitalis tetapi kelistrikan tetap dianggap sbg Infrastruktur penopang pertumbuhan ekonomi, dengan penilaian kinerja atau KPI (“Key Performance Index”) memakai BCR (Benifit Cost Ratio) bukan untung rugi ( “Profit Oriented”) spt Indonesia.

KESIMPULAN :

1). Secara umum Visi Jokowi sudah benar yaitu pertumbuhan ekonomi, pembangunan secara besar besaran, dan menciptakan Kemakmuran.

Namun masih menyisakan pertanyaan , yaitu :

a). Kalau pembangunan di dominasi oleh Investor (yg rata2 Aseng/Asing), maka yang terjadi “jangan2” bukan pembangunan Indonesia. Tetapi pembangunan DI INDONESIA oleh China ? Bagaimana pak Presiden ?

b). Selanjutnya jangan2 yang terjadi adalah bukan ke “makmur” an bangsa Indonesia tetapi kemakmuran bangsa China, krn faktanya TKA China membanjiri proyek2 PLTU, tol dll serta berbagai macam tambang dari batu bara, nikel, lithium, emas dll ? Sementara tenaga kerja dari bangsa Indonesia pribumi ter sisih ?

2). Untuk “mengupas” Visi, kita fokuskan saja Visi kedua bangsa ini di bidang kelistrikan.

Jepang meskipun negara Kapitalis tetapi mengelola kelistrikan sbg infrastruktur untuk Benifit pertumbuhan ekspor Toyota, Daihatsu, Hitachi, Sony, Mitsubishi, Suzuki, Subaru…dst.

Sedang di Indonesia, meskipun PLN dari saat lahirnya di “setting” sebagai perusahaan infrastruktur bidang kelistrikan, kemudian dirubah menjadi perusahaan yang ber orientasi bisnis. Dan dengan demikian ada “modus” bagi Luhut Binsar Panjaitan, JK, Erick Tohir, Dahlan Iskan bsm Aseng/Asing dan Taipan 9 Naga “ngangkangin” PLN dan konsumennya. Untuk kepentingan pribadi dan “Oligarkhi” nya !

Mereka ( para Oligarkh , Luhut, JK, Erick, Dahlan Iskan dll) ini secara kasat mata melanggar putusan MK No. 001-021-022/PUU-I/2003 tgl 15 Desember 2004 dan putusan MK No. 111/PUU-XIII/2015 tgl 14 Desember 2016 ! Artinya kalau Presiden Jokowi tdk menindak para “punggawa” nya berarti Presiden melanggar Konstitusi (Krn pemilik Visi adalah Presiden, bukan Menteri).

Tetapi DPR RI dibikin “bego” oleh Oligarkh diatas ! Ada apa gerangan ??

Paham khan ?

JAKARTA, 30 MARET 2021.