“Gus Dur, Soeharto dan INKOPONTREN”

0
1507

JAKARTASATU.COM – INKOPONTREN adalah salah satu induk koperasi di Indonesia yang didirikan dengan tujuan secara institusional sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat  yang berhubungan erat dengan kehidupan ekonomi pesantren. Inkopontren berdiri pada 7 Desember 1994 telah memiliki unit koperasi di sekitar 8.378 pesantren di seluruh Indonesia. Dari sekian jumlah pesantren itu sebanyak 1.060 unit koperasi sudah mempunyai badan hukum resmi namun dalam perjalannya mengalami pasang surut dan perlu melakukan penataan kembali sebagai langkah mewujudkan kemandirian pesantren di Indonesia

Dalam perjalanan pendirian INKOPONTREN tidak lepas dari sebuah cerita perjuangan para tokohnya diantaranya KH. Nur iskandar SQ,  Abdurahman Wahid (gusdur) dan Suharto pada waktu itu menjabat sebagai presiden Republik Indonesia. Kisah ini diceritakan oleh ketua umum Inkopontren Drs,H,.Sukri dalam studio  podcast edu koperasi, dalam kisahnya beliau menceritakan tentang perjuangan K.H Nur Iskandar Sq  dalam pendirian inkopontren menjadi ajang forum mempertemukan Gusdur dan Pak Harto yang menandai cairnya ketegangan antara keduanya kala itu.

Baca: https://www.nu.or.id/post/read/125262/kh-noer-iskandar-sq-dalam-kenangan-saya

Dua mantan presiden RI,  Suharto dan gusdur punya kesamaan arah tujuan  ingin ikut menumbuh kembangkan perekonomian pesantren melalui program kopontren disetiap pesantren dalam sebuah induk bernama Inkopontren. K.H. Nur Iskandar sebagai sahabat gusdur merupakan pendiri INKOPONTREN diminta oleh presiden suharto untuk mengajak gusdur ikut andil mengembangkan ekonomi pesantren sehingga dalam pemberian badan hukum INKOPONTREN yang diserahkan oleh kementerian koperasi pada saat itu subiakto cakwa werdaya di pondok pesantren ashidiqiyah kedoya kebon jeruk jakarta barat dihadiri oleh abdurahman wahid /gusdur.

Sebagai lembaga pendidikkan Pondok pesantren memiliki fungsi pembangunan, pemeliharaan, pelesatarian dan penyiaran islam. pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pengembagan koperasi karena pesantren memiliki potensi serta budaya yang baik guna meningkatkan pengembangan koperasi. Dalam peranya pondok pesantren memiliki jaringan , kepercayaan, nilai dan norma. Ketiga hal tersebut merupakan modal sosial yang dimiliki oleh pesantren. Pengembangan koperasi pondok pesantren sangat perlu dilakukan sebagai upaya memperkuat ekonomi pesantren disisi lain sebagai potensi pengembangan para santri untuk meningkatkan keilmuannya dibidang ekonomi, tidak hanya para santri dibekali dalam bidang agama saja tetapi mereka juga diberi kekuatan untuk meningkatkan keilmuannya dibidang ekonomi.

Koperasi Pondok Pesantren merupakan salah satu organisasi pemberdayaan ekonomi yang berada di pondok pesantren dalam upaya meningkatkan kesejahteraan, baik di lingkungan pesantren maupun di lingkungan masyarakat luar, dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada pada lingkungan sekitar pesantren sehingga memberikan rangsangan terbentuknya usaha-usaha baru yang menguntungkan. Usaha-usaha yang telah terbentuk yang dikelola pesantren dan dapat memberikan keuntungan ekonomi pada masyarakat dan pesantren. Melalui koperasi, aktifitas perekonomian Pesantren bisa terwadahi. Adanya wadah Koperasi ini, diharapkan sebagai tempat untuk mengembangkan diri, kerjasama, dan menambah keterampilan dalam berbagai hal serta memperluas pergaulan. Sehingga organisasi ini berdampak positif bagi anggotanya misalnya menambah pengetahuan dibidang kewirausahaan yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.(YUD/JAKSAT)