Bahaya Tatkala Karakter Kera dan Babi Melekat Dalam Diri Manusia

0
75
Abu Muas T., Pemerhati Masalah Sosial/ist

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Betapa bahayanya tatkala karakter hewani khususnya kera dan babi kalau sampai melekat dalam diri manusia. Jika hal ini terjadi, maka ketidaktenteraman kehidupan akan segera dapat dirasakannya.

Karakter kera atau monyet adalah binatang yang sangat serakah. Keserakahannya bisa terlihat di antaranya tatkala binatang yang satu ini mengambil makanan, maka ia tidak akan merasa cukup makanan yang sudah ada dalam mulutnya saja, tapi ia akan berusaha lagi dengan kedua tangannya harus bisa mengambil lagi makanan. Hewan yang satu ini jika disatukan dalam kandang besar bersama jenis hewan lainnya, maka ia selalu menjadi biang kekacauan atau kegaduhan.

Selain kera, ada karakter hewan lain yang perlu kita ketahui, yakni babi. Karakter hewan yang satu ini bukan hanya suka atau merasa nyaman hidup di kubangan yang kotor, tapi ia juga sama sekali tidak memiliki rasa cemburu. Babi jantan akan membiarkan babi jantan lainnya berbuat tidak senonoh terhadap babi betina pasangannya.

Inilah gambaran karakter kedua hewan ini yakni kera dan babi. Maka, pantaslah Allah SWT sangat murka jika ada sosok manusia tapi dalam dirinya menempel karakter kedua hewan ini, kera dan babi. Sifat atau karakter kedua hewan ini rupanya melekat dalam tubuh sebagian Bani Israel (Yahudi) yang selalu melanggar aturan-Nya, hingga dikutuk oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya:

“Dan sebenarnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”(QS.Al-Baqarah:65). Demikian pula dalam firman-Nya: “Apakah Aku akan beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?” Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus”(QS. Al Maidah:60).

Karakter kera yang melekat dalam diri manusia (Yahudi) yang jika boleh kita lihat potret kekikinian melekat pada orang-orang Israel, dapatlah kita saksikan betapa keserakahan mereka di bumi Palestina yang selalu membuat kegaduhan. Patut diduga pula karakter kera ini pun sudah merambah ke lintas benua, sehingga dapat kita saksikan dan rasakan betapa keserakahan para penguasa negeri di seantero dunia mulai bisa kita lihat.

Demikian pula, karakter babi yang tidak memiliki rasa kecemburuan atau tidak memiliki kepedulian apa yang sedang terjadi di sekitar lingkungannya, disadari atau tidak, kini telah melekat dalam diri seseorang. Mereka tak ada empati sedikit pun terhadap penderitaan rakyat Palestina akibat dijajah oleh Teroris Israel. Bahkan, lebih nista lagi malah mereka nyinyir terhadap perjuangan para pejuang Palestina.

Pantaslah jika kemudian muncul sindiran-sindiran di antaranya dari Presiden Turki Erdogan, “Tidak perlu menjadi muslim untuk membela Palestina, cukup Anda menjadi manusia”. Sindiran ini jika boleh dimaknai adalah jadilah kalian manusia yang sesungguhnya, bukan manusia yang memiliki karakter kera dan babi.

Lebih unik lagi sindiran dari K.H. Luthfi Bashori: “Apa anda pernah melihat, “Yahudi Pesek?” Yaitu penjilat asal Indonesia yang menampakkan permusuhan terhadap perjuangan ummat Islam Palestina dengan bualan nyinyirannya, serta membela mati-matian Teroris Israel dengan segala ocehannya”. Jika boleh dimaknai sindirian ini seolah mengandung makna bahwa karakter kera dan babi ini sudah melekat dalam diri kaum Yahudi Pesek masa kini. Na’udzubillah..***