Akhirnya Pelaku Pembunuh Wartawan Dibekuk Polisi

0
60

JAKARTSATU.COM – Apresiasi Polda Sumut Cepat Menangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Siantar Terkait Jaringan Narkoba.

“Kerja cepat Tim Polda Sumut dengan Polres Siantar dalam mengungkap pembunuh Pemred Lasser News Today Marah Salem Harahap ( 42 tahun) pada Jum’at tengah malam patut di apresiasi,”kata Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman pada Jumat, (26/6)

Dalam tempo 3 hari setelah pembunuhan Marshal Harahap, tim bentukan Polda Sumut berhasil meringkus 2 tersangka bernisial S dan Yhd, dan satunya lagi tersangka bernisial A yang (katanya) merupakan oknum TNI, kini lagi ditangani Pomdam Sumut.

“Dari penjelasan Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Hasanudin di depan awak media pada hari Kamis 24/6/2021 di Mapolres Pematang Siantar, terungkap pembunuhan itu dilakukan oleh dua pelaku sebagai eksekutor yaitu yang bernisial Y*dan A, sementara *Otak (actor Intelectualis) dari pembunuhan itu adalah S, yang merupakan pemilik Bar dan Resto Ferari di Siantar. S ini juga pernah menjadi Calon Walikota Pematang Siantar pada pilkada 2020 ( jalur Independen),” jelas Yusri.

Adapun motif S yang mengotaki pembunuhan Marshal, menurut keterangan Kapolda Sumut adalah akibat S si pemilik Bar dan Resto itu sakit hati kepada korban yang selalu memberitakan maraknya peredaran narkoba di tempat hiburan malam miliknya.

Lebih lanjut menurut Kapolda, tersangka S mengatakan “korban kerap meminta uang jatah serta dua butir narkoba kepada tersangka S.”

Semoga Penyidik dan masyarakat tidak mudah mempercayai keterangan tersangka S ini, apalagi korban sudah meninggal tak bisa membela diri atas tuduhan itu. Lalu adakah hasil otopsi korban ada membuktikan Almarhun sebagai pemakai narkoba ?

“Dan tak masuk akal bahwa bila korban sudah sering menerima jatah (uang?) tapi tetap memberitakan soal peredaran narkoba di resto milik S. Suatu hal yg tak lazim. Apalagi, sebelum ditembak oleh suruhan S pada hari Jum’at malam, paginya Almarhum baru saja menurunkan berita ” Beroperasi Sore Hari, Diduga Pil Ekstasi Kembali Beroperasi di THM Ferari, Satnarkoba Siantar Tutup Mata,” tegasnya

Ditambahkan Yusri, berdasarkan pengenalan saya akan korban ditambah informasi dari rekan rekan di Siantar dan Simalungun, secara apriori saya tidak percaya korban bermental “penerima jatah” apalagi sebagai pengguna narkoba atau pengedar narkoba.

“Telah menjadi rahasia umum, peredaran narkoba itu diatur oleh jaringan yang terorganisir, gak sembarang merekut anggota, dan biasanya punya backing yang kuat,”jelasnya.

Sangat diharapan Polisi khususnya Kapoda Sumut dan jajaranya menjadikan pengakuan tersangka S soal adanya peredaraan narkoba di Resto Ferari menjadi pemacu untuk semakin mengungkap jaringan narkoba yang makin marak di Siantar dan Simalungun, hal selalu diberitakan oleh Almarhum Marah Salem Harahap. Betapa ironinya, peredaran Narkoba marak dan selalu diberitakan, sementara Polres Simalungun dan Polresta Pematang Siantar mempunyai Satuan Reserse khusus untuk memberantas Narkoba, belum lagi Satuan Intelijennya. Lalu..apa nanti kata dunia ?.

“Sekadar melawan lupa, sebelum penembakan atas korban terjadi, korban melalui Media Laser News Today pada 1 April 2021 telah juga memberitakan kasus penyebaran video dugem mantan Kasat Narkoba Polresta Siantar di Studio 21 Milies,” ujarnya.

Semoga Tim bentukan Polda bisa sekaligus mengungkap siapa oknum oknum aparat yang sering masuk ke bar dan resto Ferari dan diskotik lainnya di Siantar, hal mana mudah dengan membuka rekaman CCTV di Bar dan Resto Ferari dan diskotik lainnya.

“Saat ini CERI sekali lagi berharap agar masyarakat yang berakal sehat tidak mempercayai tuduhan sepihak atas diri korban Alm. Marah Salem Harahap oleh tersangka S yang justru sudah mengaku dan dijadikan sabagai otak pembunuhan atas Almarhum. De mortuis nil nisi bonum, Say nothing but good about the dead (Jangan katakan apapun selain yang baik tentang seorang yg sudah mati),” ungkap Yusri.

Sebelumnya ratusan jurnalis menggelar aksi demonstrasi menuntut pelaku penembakan yang menewaskan Mara Salem Harahap. Massa meminta Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan wartawan tersebut segera ditangkap.

Aksi massa turun ke jalan dengan membawa berbagai spanduk berisi kecaman dan berorasi atas tindak kekerasan kepada wartawan, apalagi kejadian ini sampai menghilangkan nyawa. Senin, 21/6/2021.(JAKSAT/AHM)