INDONESIA DALAM DARURAT COVID-19

0
73

JAKARTASATU.COM – berikut ini adalah rilis resmi dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang merasakan keprihatian atas pandemi saat ini:

Dengan Nama Tuhan Yang Maha Esa.

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dalam sebulan terakhir, dengan temuan jenis varian baru yang mengikutinya, telah berkembang luas di banyak kota besar seperti di Jakarta, Surabaya dan Medan, bahkan telah menyebar hingga di kota-kota kecil seperti Kudus, Sleman dan Bangkalan. Kondisi tersebut sungguh sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Sementara proses penanggulangan wabah Covid-19 yang buruk di Indonesia, selain telah banyak mendapatkan kritik dan masukan dari berbagai pihak di dalam negeri, juga secara terbuka telah menjadi sorotan media asing dan atensi dunia internasional.

Diketahui hingga 1 Juli 2021, total kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 2.203.108 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58.995 orang meninggal karena Covid-19 dan 1.890.287 orang pasien dinyatakan sembuh. Lonjakan kasus harian Covid-19 ini, terlihat meningkat tajam sejak awal Juni 2021.

Adapun lonjakan sangat drastis terjadi pada 1 Juli 2021, yang dalam sehari tercatat telah terjadi penambahan sebanyak 24.836 kasus, dan pada 3 Juli 2021 mencapai 27.913 kasus. Data Worldometers memasukan Indonesia per 1 Juli 2021, menempati posisi ke-5 terburuk di dunia, setelah Brazil, India, Kolombia dan Inggris.

Di lapangan lonjakan itu telah berakibat daya tampung pasien Covid-19 di hampir semua Rumah Sakit di Jawa-Bali dilaporkan sudah penuh. Kondisi tersebut makin berat karena selain jumlah dokter dan tenaga kesehatan yang tidak memadai juga banyak yang telah menjadi korban.

KAMI sangat berduka, karena sejak pandemi Covid-19, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan, lebih dari 504 dokter dan petugas medis yang meninggal dunia. Catatan kematian tenaga medis tertinggi dan terburuk di Asia, yang sekaligus menjadi pukulan sangat berat bagi dunia kesehatan kita.

Harus obyektif disampaikan, terdapat kinerja pemerintah yang patut dihargai. Dan terlepas dari segala kekurangan dan keterlambatan Pemerintah selama ini, dalam menghadapi ledakan wabah yang sangat mengkhawatirkan dan tampak tidak terkendali ini, KAMI menyatakan:

1. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Se-Jawa Bali adalah langkah yang tepat, perlu mendapatkan apresiasi untuk menghentikan penyebaran yang lebih luas lagi, terutama antar pulau. Namun demikian penanganan selanjutnya bukanlah hal yang mudah. Setidaknya pemerintah harus memahami dan menyiapkan kondisi kegawat-daruratan dalam skenario yang paling buruk.

2. Dibutuhkan koordinasi dan konsolidasi yang solid, kompak dan terukur antara Pemerintah Pusat dengan Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota, untuk bergerak dalam derap langkah yang seiring sejalan dan sepenanggungan. Sekaranglah saatnya untuk menunjukkan bahwa pemerintah pusat dan daerah dapat bekerjasama secara kompak demi kepentingan dan keselamatan bersama.

3. PPKM Darurat, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya keras dan ketat kepada warga sendiri, tetapi longgar dan abai terhadap pelancong dan TKA Asing yang hingga kini tampak sangat longgar dan leluasa masuk-keluar Indonesia. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan rakyat, sebaiknya pemerintah menghentikan dan menutup total kedatangan pelancong dan TKA asing ke Indonesia, setidaknya untuk sementara waktu.

4. Pemerintah harus menjamin ketersediaan bahan pokok, utamanya bagi masyarakat miskin terdampak. Pemerintah harus hadir untuk menjamin bahwa rakyat tidak sendirian menanggung segala kekurangan dan kesulitannya. Dalam kondisi kedaruratan harus dipastikan semua logistik cukup dan memadai. Logistik adalah kunci keberhasilan dalam kondisi darurat.

5. Berkaitan dengan kondisi keterbatasan jumlah tenaga paramedis di Jawa- Bali, menuntut tindakan cepat untuk melakukan memobilisasi bantuan tenaga dokter dan paramedis dari zona hijau. Selanjutnya harus dilakukan upaya menjaga dan meningkatkan ketahanan fisik dan mental nakes yang betugas menangani pasien Covid-19, utamanya ketersediaan APD yang berkualitas dan kelengkapan medis lainnya, memberikam vitamin yang memadai dan gratis, serta uji kesehatan rutin berkala bagi dokter dan paramedis gratis.

Pemerintah juga sangat mendesak untuk segera menyelesaikan dan melunasi biaya perawatan Pasien Covid-19 yang ditanggung Negara bagi seluruh RS di daerah, agar RS di daerah dapat lebih optimal menjalankan misi penyelamatan dan pengendalian Covid-19.

6. Untuk mencegah penyebaran dan pengendalian wabah, pemerintah perlu menggalakkan test covid mandiri seluas-luasnya, khususnya bagi orang tanpa gejala (OTG) maupun mereka yang bergejala ringan. Kendalanya test mandiri dengan metode polymerase chain reaction (PCR) harganya sangat mahal.

Sementara jenis test lainnya terkesan jor-joran dan sangat murah, bahkan harganya di bawah yang ditetapkan pemerintah. Sebab itu, selayaknya pemerintah memberikan perhatian lebih serius dan responsif terhadap tingginya animo masyarakat untuk melakukan cek Covid-19 secara mandiri. Pemerintah tidak cukup hanya menetapkan batas harga tertinggi, tetapi sangat perlu menjaga stock dan melakukan penertiban secara lebih ketat dan tegas.

7. Pemerintah harus menjamin ketersediaan logistik obat dan vitamin yang kini mengalami kenaikan harga secara tidak wajar. Pemerintah perlu melakukan penertiban dengan cepat dan tegas. Dalam kaitan itu pemerintah tampaknya perlu pula memberikan subsidi kepada industri fasmasi nasional, industri jamu dan UKM farmasi untuk memproduksi sebanyak-banyaknya obat dan vitamin yang terbukti dapat membantu pencegahan, mengobati Covid 19 dan meningkatkan imunitas pada umumnya, selain untuk menjaga pasokan di dalam negeri, yang selanjutnya dapat diperluas sebagai penetrasi pasar luar negeri.

8. Merujuk pengalaman praktis di seluruh dunia, tidak ada sejarahnya dapat mengatasi penyakit akibat virus dengan vaksin. Namun demikian vaksin dibutuhkan untuk pengendalian jangka menengah dan panjang. Karena itu untuk mengakhiri plemik perihal vaksin perlu dan sangat mendesak dibentuk Dewan Vaksin Nasional, beranggotakan para ahli yang kompeten, Tokoh agama dan tokoh-tokoh nasional, yang bertugas khusus menjamin kelayakan, keamanan dan efektivitas vaksin untuk seluruh rakyat, utamanya vaksin hasil karya putra bangsa sendiri.

9. Memperhatikan bahwa Bangsa Indonesia kini, sedang diliputi oleh ancaman yang sangat serius, untuk menyelamatkan rakyat dari segala marabahaya dibutuhkan langkah-langkah yang tidak biasa-biasa saja. Suasana keprihatinan yang mendalam dan kecemasan ini harus segera diakhiri dengan sungguh-sungguh.

Tidak mungkin kondisi ini dihadapi sendiri oleh pemerintah, atau hanya dengan mengandalkan satu golongan dan kekuatan saja, tetapi harus datasi secara bersama-sama, dengan seluruh kekuatan komponen bangsa.

KAMI menyerukan dan mengajak kepada segenap kekuatan potensi bangsa, untuk bersatu padu, menjaga diri dan menjaga kesehatan keluarga, menjalankan protokol kesehatan, berbuat penyelamatan sekecil apapun, menolong tetangga, kerabat, keluarga, handai taulan yang semakin luas di seluruh tingkatan hingga menjadi gerakan secara nasional. Marilah membangun kekuatan bersama untuk menyelamatkan rakyat, menyelamatkan Indonesia.

Akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kita memohon pertolongan dan perlindungan. Dan marilah kita melakukan doa-doa bersama di seluruh tempat ibadah, di Gereja, Masjid, Wihara, Pura, dan Klenteng dengan protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Semoga Bangsa Indonesia dapat segera melewati segala bencana dan cobaan ini dengan tegar dan terbebas dari segala wabah, ketidakadilan, keterpurukan dan ancaman disintegrasi bangsa. Aamiin Ya Robbal Alamin. Merdeka!!!

Jakarta, 5 Juli 2021

PRESIDIUM KAMI

Gatot Nurmantyo

Rochmat Wahab

M. Din Syamsuddin