Jurnalis di Medan Dituding Sebar Hoaks, Itu bentuk Kriminalisasi dan Pembungkaman

0
126

JAKARTASATU – Rahmadsyah berprofesi sebagai Aktifis dan Jurnalis terkejut ketika dirinya di sebut penyebar Hoaks di salah satu Media Online di Medan.

Rahmadsyah dalam keterangan Persnya hari Minggu sore 1/8/2021 mengatakan dia Siap membuat Diskusi Publik untuk memberikan paparan terkait adanya Dugaan Peredaran Narkoba, Pungli dan Prostitusi di Rumah Tahanan Kelas 2 B Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

Sehingga adanya tudingan Hoaks kepada dirinya adalah bentuk Kriminalisasi dan Pembungkaman agar dirinya bisa di jerat oleh UU ITE oleh mereka yang gerah dan takut di ganggu oleh temuan kejahatan Extra Ordinary Crime yang terjadi di Rumah Tahanan itu.

“Tudingan Hoaks yang di tujukan kepada aku adalah salah satu bentuk Kriminalisasi dan Pembungkaman oleh mereka yang bermental Otoriter, Feodal, Democrazy ala Preman” ungkapnya

Sebelumnya telah di beritakan bahwa Temuan dugaan Rumah Dinas Karutan Humbang Hasundutan Revanda bangun berbuntut panjang menjadi pengancaman terhadap Rahmadsyah seorang aktivis, jurnalis yang juga Relawan Bobby Nasution saat Pilkada Walikota Medan.

Rahmadsyah dalam keterangan Persnya mengatakan bahwa dirinya mendapatkan rekaman percakapan antara El Adrian Shah memerintahkan Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Petisah untuk menjemput Rahmadsyah dengan nada pengancaman. Jum’at (1/7/2021)

“Aku menemukan rekaman percakapan antara El Adrian Shah yang memerintahkan Wakil Ketua Pemuda Pancasila Medan Petisah untuk menjemput aku dengan nada pengancaman” ungkapnya.

Rahmadsyah mengatakan bahwa Revanda Bangun Karutan Humbang Hasundutan adalah Donatur KNPI Sumut yang Ketuanya adalah El Adrian Shah.

Rahmadsyah menduga Revanda Bangun meminta perlindungan kepada El Adrian Shah karena Revanda adalah Donatur KNPI Sumut.

“Karena ada dugaan temuan Rumah Dinas Karutan Humbang Hasundutan Dolok Sanggul di jadikan lokasi mesum dengan di temukannya PSK tersebut, Dugaanku Revanda Bangun Karutan Humbang Hasundutan minta perlindungan El Adriansyah” ungkapnya. (md/JAKSAT)