PPKM: AWAL KEJATUHAN JOKOWI? (1)

0
132
Radhar Tribaskoro/ist
Oleh: Radhar Tribaskoro
Jokowi memperpanjang PPKM dalam beberapa level yang dibedakan oleh derajat keketatan aturannya. Level 4 dianggap sebagai level paling ketat, tetapi kenyataannya di sana-sini dilonggarkan. Tidak ada yang konsisten. Satu2nya penekanan hanya “prokes ketat”. Apa yang disebut “prokes ketat” tidak jelas. Dalam kenyataannya, aparat cuma rewel soal masker saja.
Jokowi mengatakan bahwa ia memutuskan kebijakan di atas setelah mendengarkan pertimbangan dari sisi kesehatan, ekonomi dan aspirasi masyarakat.

Saya tidak paham di sini. Bagaimana mungkin anda mengkompromikan bahaya virus dengan ekonomi? Kalau musuh sudah di depan mata, lawan dengan senjata

terbaik

yang bisa anda dapatkan. Jangan pakai bambu runcing hanya karena murah dan mudah didapatkan. Dalam situasi hidup atau mati konyol sekali kalau menghitung untung rugi.

Saya pernah bilang bahwa virus itu musuh yang mutlak (absolut). Mutlak itu seperti mengikuti hukum alam. Kalau anda melemparkan diri dari ketinggian, maka gravitasi akan menguasai anda. Anda akan jatuh dan dampaknya bisa mematahkan tulang2 dan membunuh anda. Virus pun begitu. Kalau anda terkena virus anda akan mati kecuali anda diobati atau antibodi anda cukup kuat mengatasi.
Virus adalah musuh yang tidak bisa diajak kompromi. Artinya, berhadapan dengan virus kita cuma punya dua pilihan: hidup atau mati. Adapun tujuan virus cuma satu: menggandakan diri (replikasi, berkembang-biak). Untuk itu virus mencari inang, tempat ia bisa berkembang-biak. Inang terbaik bagi virus Corona adalah manusia. Virus baru meninggalkan inangnya ketika inang itu mati, namun beribu-ribu keturunannya telah berhasil direproduksi dan disebarkan.
Virus tahu bahwa inangnya pasti melawan. Inang memiliki antibodi yang bekerja membunuhi virus. Sang Inang juga berupaya memperkuat dan memperbanyak antibodi itu. Merespon itu virus bermutasi. Ada dua jalur mutasi virus, menjadi lebih lemah atau lebih kuat. Virus melemah supaya tidak diserang. Contoh: SARS DAN MERS. Tetapi ia juga bisa memperkuat diri, misalnya menjadikan dirinya lebih cepat menular, lebih cepat berkembang-biak, lebih mematikan. Varian delta virus Covid-19 adalah contoh mutasi yang memperkuat diri.
Selama ini manusia melawan virus dengan obat dan vaksin. Obat itu seperti bom, ketika dijatuhkan ia membunuh semua saja yang ada di sekitarnya. Virus yang disasar mati tetapi organ tubuh lain bisa ikut cedera, alias akan muncul efek samping.
Adapun vaksin adalah sebuah cara untuk berjaga-jaga. Vaksin mengajarkan kepada antibodi manusia agar dengan cepat mengenali musuh bernama virus. Begitu virus datang, antibodi langsung menyerbu sehingga virus mati sebelum sempat berkembang-biak. Vaksinasi sering juga disebut imunisasi karena membikin orang seakan-akan imun atau kebal terhadap virus tertentu.
Imunisasi bukan hal baru bagi kebanyakan rakyat kita. Imunisasi telah diberikan rutin sejak bayi, misalnya vaksin tuberculosis, DPT (difteri, pertusis, tetanus), polio, demam berdarah, influenza, rotavirus, encephalitis, hepatitis, cacar dsb. (BERSAMBUNG)