PENDIDIKAN ORANG MISKIN DI INDONESIA DAN JEPANG

0
506
ist

Oleh Radhar Tribaskoro

MENDIKBUD memutuskan untuk tidak memberikan Dana BOS kepada sekolah yang siswanya kurang dari 60 orang. Sekolah semacam itu kebanyakan sekolah untuk orang miskin dan di daerah terpencil. Sontak, pada tanggal 3 September lalu keputusan itu ditolak oleh lembaga pendidikan terkemuka seperti Muhammadiyah, NU, Katolik, PGRI, Taman Siswa, para pakar pendidikan, dsb.

Itu pendidikan untuk orang miskin di Indonesia. Di Jepang, lain ceritanya…

Japan Railway, perusahaan kereta api di Jepang, telah memutuskan untuk menghentikan layanan untuk stasiun Kami-Shirataki, yang terletak di ujung Pulau Hokkaido.

Perusahaan tersebut menunda keputusannya karena ada seorang siswi SLTA yang harus menggunakan kereta agar bisa mencapai sekolahnya. Japan Railway akhirnya memutuskan untuk tetap menyediakan layanan pada jam khusus keberangkatan dan kepulangan siswi tersebut. Layanan itu baru dihentikan ketika siswi tersebut menyelesaikan studinya.

Itulah pemihakan kepada orang miskin yang dipahami negara sekaya Jepang. Negara semiskin Indonesia justru mau meninggalkan orang miskin. Tragis! ()