Mono Berbalik Stereo

0
417

Oleh Taufan S. Chandranegara, praktisi seni

CERITA pendek, barangkali serupa susastra liris, namun kadang berubah rupa menjadi cerita panjang roman picisan.

Oleh sebab abstraksi kehendak egomania, barangkali juga pola dari kehendak opsi absurditas individual, meski langit pemberi hidup menyaksikan perbuatan pelanggaran asosial bersifat amoral-koruptif.

Lantas seolah-olah langit tak mampu berbuat apa-apa, bahkan mungkin langit dianggap tidak ada, bahkan mungkin lagi, amoral, seolah-olah mampu menghapus langit, berkacak pinggang mencoba tetap sombong menepuk dada; Bahwa asosial-amoral, menang-manipulasi koruptif tetap muncul bagai hantu siang bolong.

Bak film kartun horor, melucu jungkir balik sesuka hati, meski di tengah, keprihatinan nasional-pandemi. Celaka betul oknum koruptor macam itu, ringan saja terbang mengepakkan sayap merpati hitam, setelah memamah biak di atas, keprihatinan nasional-pandemi.

Seperti irama lagu mono menjadi tipe stereo, mengangkasa cerita ketidak adilan sosial-koruptif, bagai kisah putri cantik sebelum tidur di bawah rembulan, melelapkan malam, terbuai kidung puisi keindahan embun. Esok, mentari kan terbit, senantiasa memberi terang pada kehidupan.

Terlenakah malam akibat pembiusan dari kepalsuan pencuri hati keadilan, ketika peristiwa
amoral mengendap-ngendap memasuki jendela, membuka laci-laci, mencuri milik sesamanya-di tengah keprihatinan nasional-pandemi? Lantas raib dalam gelap?

Wow! Jangan lupa. Langit tak pernah tidur, keadilan ilahiah senantiasa berpihak pada
keprihatinan nasional-pandemi.

Langit, menyaksikan perilaku makhluk hidup dari tingkat individual hingga kehidupan semesta; Jangan sombong.

Namun tampaknya kekuasaan “makhluk manusia” tengah mencoba melawan langit, mengobarkan teknologi perang kelas siluman hingga teknologi hantu siang bolong antar benua.

Mencoba membuat langit kelas asosial-amoral, individual, arogan, meskipun invasi militer di benua jauh, mungkin, kelihatannya, tengah mencoba mereda, barangkali loh.

Nasionalisme; Indonesia anti korupsi, meskipun senantiasa terguncang oleh perilaku siluman alias hantu siang bolong, tuyul pencuri celengan.

Semoga saja, di tengah keprihatinan nasional-pandemi; Indonesia Anti Korupsi, tetap tangguh.

Sebersit harapan. Salam Indonesia sehat.

Jakarta Indonesia, November 08, 2021.