GENERASI PILIHAN

0
386
K.H. Athian Ali M.Da'i, Lc. M.A./ist

Oleh : K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc.,M.A.*

BERBICARA masalah “murtad” tentu saja yang dimaksud bukan hanya sebatas mereka yang secara tegas menanggalkan baju keimanan lalu memakai baju kafir, tapi juga berlaku bagi mereka yang mengenakan baju mu’min namun telah gugur keimanannya di mata Alloh SWT.

Termasuk di antaranya mereka yang kendati tetap teguh meng-“esa”-kan Alloh SWT dari segi Dzat dan Sifat-Sifat-Nya, namun gugur keimanannya karena tidak meng-“esa”-kan Alloh SWT dari syariat-Nya. Seperti gugurnya keimanan iblis selama 80.000 tahun hanya karena “kufur” menolak – terhadap perintah Alloh untuk sujud kepada Adam. Dimana menurut logika sesatnya iblis, seharusnya Adam as yang diciptakan dari tanah yang semestinya sujud kepada iblis yang diciptakan dari bahan yang lebih mulia yakni api (Q.S. Al A’raaf : 12, Shaad : 76)

Jika iblis yang “kufur”- menolak – hanya terhadap satu dari syariat Alloh SWT sudah menyebabkan gugurnya keimanan bahkan berujung dengan laknat Alloh SWT, lantas bagaimana dengan mereka yang mengaku mu’min namun kufur terhadap sekian aturan dan hukum Alloh SWT? Bahkan bukan hanya sekedar menolak tapi juga menuduh sebagian dari syariat Alloh SWT tidak manusiawi, kejam, sudah tidak relevan dengan zaman dan sejumlah alasan ngawur dengan logika sesat lainnya. Tidakkah mereka sesungguhnya jauh lebih kufur dari iblis? Atau bahkan lebih iblis dari iblis?

Banyaknya mereka yang telah murtad, tentu saja tidak harus membuat orang- orang mu’min menjadi pesimis melihat masa depan, karena Alloh SWT menjanjikan jika situasi tersebut terjadi, maka Alloh SWT akan mendatangkan generasi baru, yang dalam QS. Al Maidah : 54, disebutkan lima kriteria
dari generasi pilihan Alloh tersebut :

Pertama : Dicintai Alloh SWT karena mereka sangat mencintai semua yang dicintai oleh Allah dan membenci semua yang dibenci oleh Alloh SWT.

Kedua: Bersikap rendah hati dan lemah lembut terhadap saudaranya sesama mu’min.

Ketiga : Bersikap keras atau tegas terhadap orang-orang kafir. Dengan kata lain, generasi yang dijanjikan adalah generasi yang dibangun atas dasar ikatan persaudaraan sesama mu’min (Q.S Al Hujuraat : 10) yang diwujudkan di satu sisi dalam bentuk mencintai saudaranya sesama mu’min seperti cinta dia pada dirinya sendiri (HR. Bukhari), sementara di lain sisi “Asyidda-u ‘alal kuffar” (keras dan tegas) terhadap orang-orang kafir ( QS. Al Fath : 29 ). Bukan malah sebaliknya, bersikap lemah lembut terhadap kaum kuffar, tapi keras bahkan memusuhi saudaranya sesama mu’min.

Keempat: Siap berjihad di jalan Alloh. Jihad dalam pengertian upaya yang sungguh-sungguh memanfaatkan secara optimal semua potensi yang Alloh SWT berikan untuk menggapai ridho Alloh SWT sesuai dengan syariat-Nya. Termasuk “jihad yang
paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, lbnu Majah)

Kelima: Tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Senantiasa istiqomah berjuang menegakkan kebenaran
ilahi dan siap menghadapi resiko dari mereka yang merasa terusik kenyamanan hidupnya karena sedang asik berkubang dengan kemaksiatan.

Semoga generasi yang dijanjikan Alloh SWT tersebut segera terwujud dan kita termasuk di dalamnya.

*Ketum Forum Ulama Ummat Indonesia
(FUUI) I Ketum ANNAS Pusat.