Mestinya Stop KA Cepat Bandung-Jakarta

0
596
PROYEK KERETA API CEPAT JAKARTA-BANDUNG/BUDI YANTO/JBS

OLEH Djoko Edhi Abdurahman SH

Lho, FS-nya sudah menyatakan tidak feasible. Apalagi? Korup aja. FS dapat nyolong. Kontrak dapat nyolong. Lewat bawah meja, mengalir duit korupsi itu ke pemerintah.

Kalau B2B pemerintah gak kebagian, cuma duit suap. Awal saja sudah menyuap Rini 5 juta USD. Penyuapnya sudah dipenjara di Beijing.

Awalnya, KPK menyatakan akan mengejar kasus suap ke Rini tersebut. Tapi tak ada gerakan apa pun dari KPK. Wajarlah jika KPK berakhir tragis. Penyuap Rini adalah direksi KA Cepat itu. Ia dihukum 20 tahun penjara karena kasus penipuannya dgn banyak negara. Yaitu tipu tipu  KA Cepat.

Mestinya setelah terungkap suap ke Rini, mestinya proyek itu dihentikan. Nyatanya tidak. Malah kini, APBN mau dilibatkan. Jelas korupsi. Sebab, ini proyek B2B. Swasta to swasta. Di bagian mananya APBN mau ikut? APBN itu rakyat. Kalau mau rakyat mestinya G2G. Atau G2B.

Saat ini, sudah ada KA Argomulyo yg tarifnya Rp 150.000 ke Bandung. Saya beracara di PN Kelas 2 Bale Endah, makan 3 jam ke sana. Kecepatan 150 KM/jam. Kalau pake KA cepat, yg kecepatannya dua kali, 150 KM itu ditempuh 30 menit.

Berapa tarif mau dikenakan Rp 500.000? Itu paling cepat 60 tahun cashflow baru BEP. Tak ada bank pembiayaan yg mau pinjami kredit lebih dari 20 tahun. Pake APBN 20 tahun? Gibran Rakabuning sudah jadi tanah. Apalagi 60 tahun. Mainkan cashflow sih gampang. Itu permainan saya 30 tahun lalu, agar pengembalian seolah wajar. Padahal buntung (djoko edhi).