Prahara Cimahi, Sejarah yang Terkubur

0
488

JAKARTASATU.COM – Bersamaan dengan kegiatan Festival Heritage Kota Cimahi, Rabu 10 November 2021 buku Prahara Cimahi diluncukan dan dilanjutkeun dengan pertunjukan Sendratari yang terinspirasi dari periswa sejarah yang tertotoreh dalam buku tersebut dengan judul Prahara.

Semoga dimomen hari pahlawan ini kita bisa mengabil spirit perjuangan para pahlawan Kota Cimahi wabil khusus spririt kepahlawanan para pejuang yang disebutkan dalam buku.
Saai ini bisa dikatakan catatan budaya dan sejarah Kota Cimahi terbilang masih tercecer dan kurang di kenal masyarakat secara luas. Padahal Kota yang punya sebutan Kota Militer ini memiliki budaya dan sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, perang kemerdekaan, hingga sekarang menjadi Kota otonom.

Bangunan tua seperti Rumah Sakit Dustira, Gedung The Historich, Gereja St Ignatius dan banyak lagi, termasuk kerkhof (pemakaman) Belanda – Ereveld Leuwigajah murupakan bukti yang nyata adanya. Bangunan cagar budaya yang terpusat dikawasan militer itu masih bisa dilihat dan ditelusuri asal-susunya sebagai bagian dari perkembangan budaya dan sejarah Kota Cimahi.

Dalam upaya pemajuan kebudayaan Republik Indonesia, Dewan kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) berusaha melakukan inventarisasi, pemeliharaan, dan mempublikasikan budaya juga sejarah Kota Cimahi. DKKC menggali nilai budaya dan sumber sejarah yang beredar di masyarakat, baik berupa cerita lisan, tulisan, maupun peninggalan yang masih ontentik bisa dilihat secara langsung.

Hasil penggalian dan pengkajian, budaya dan Sejarah Kota Cimahi yang berkembang menjadi database untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan. Upaya ini mesti mewujud dalam bentuk catatan, buku, karya seni dan budaya sebagai ilmu pengetahuan, tuntunan dan tontonan bagi masyarakat Kota Cimahi, Jawa Barat, Indonesia dan dunia.

Sebagai langkah nyata menjunjung sekaligus mempublikasikan budaya dan sejarah, pada kesempatan ini DKKC bersama Komunitas Tjimahi Heritege dan didukung pemerintah Kota Cimahi diataranya menerbitkan buku sejarah perjuangan Masyarakat Kota Cimahi dan sekitarnya pasca proklamasi kemerdekaan RI yang digemakan 17 Agustus 1945. Buku yang disusun seorang pejuang Cimahi, S.M. Arief berjudul Prahara Cimahi adalah bukti sejarah perlawanan terhadap Kolonial Belanda yang kembali ingin menguasai Kota-Kota di Indonesia termasuk Cimahi pasca pendudukan dan pelucutan senjata dari tangan Jepang.

Buku Prahara Cimahi bukan sekadar catatan biasa tentang perjuangan perang kemerdekaan, tapi menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Cimahi dan Indonesia yang lama terkubur dan patut diketahui oleh masyarakat dunia. Bahwa pertempuran dahsyat melawan tentara Sekutu di Cimahi banyak menelan korban, menyita waktu berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan, yang akhirnya Cimahi termasuk wilayah yang diperintahkan untuk ditinggalkan sementara dan dibumihanguskan bersama wilayah Bandung Raya lainnya agar tidak dikuasai Sekutu dan tentara Belanda yang mendompleng pada Sekutu. Pembumihangusan pemukiman pada masa itu dikenang sebagai peristiwa Bandung Lautan Api.

Bersamaan dengan kegiatan Festival Heritage Kota Cimahi 2021 tanggal 10 November 2021 buku Prahara Cimahi diluncukan dan dilanjutkeun dengan pertunjukan Sendratari yang terinspirasi dari periswa sejarah yang tertotoreh dalam buku tersebut.Semoga dimomen hari pahlawan ini kita bisa mengabil spirit perjuangan para pahlawan Kota Cimahi wabil khusus spririt kepahlawanan para pejuang yang disebutkan dalam buku.

Hermana HMT
Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC)

Cimahi, 10 November 2021