Jumhur Hidayat Divonis 10 Bulan Penjara, Tapi Tak Ditahan

0
434

JAKARTASATU.COM – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jakarta, Kamis (11/11/2021), memvonis aktivis KAMI Jumhur Hidayat dihukum penjara 10 bulan karena ia terbukti melakukan tindak pidana menyiarkan berita tidak lengkap yang berpotensi menerbitkan keonaran.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Hapsoro Widodo juga menetapkan Jumhur Hidayat tidak perlu ditahan karena dia masih dalam perawatan dokter.

“(Majelis hakim) menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan, menetapkan pidana penjara dikurangi masa penangkapan dan penahanan, menetapkan terdakwa tidak ditahan,” kata Hapsoro Widodo saat membacakan putusan itu.

Dalam putusan itu, majelis hakim menyampaikan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan vonis.

“Keadaan memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan. Keadaan meringankan, terdakwa kooperatif, mengakui perbuatan, tidak berbelit-belit, terdakwa masih dalam perawatan dokter pascaoperasi, dan terdakwa masih ada tanggungan keluarga,” sebut Hapsoro.

Dalam persidangan, vonis hakim terhadap Jumhur itu sejalan dengan dakwaan alternatif pertama lebih subsider jaksa, yaitu mengacu pada Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Akan tetapi, majelis hakim menetapkan dakwaan primer dan dakwaan subsider jaksa yang mengacu pada Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU No.1 Tahun 1946 tidak terbukti sehingga Jumhur pun bebas dari dua dakwaan tersebut.

Dalam putusannya, Hapsoro lanjut menyampaikan barang bukti berupa satu unit gawai dan flashdisk harus diserahkan untuk dimusnahkan, sementara barang bukti lain termasuk laptop dan atribut-atribut kampanye diperintahkan untuk dikembalikan ke terdakwa.

Namun demikian kasus penyebaran berita bohong alias hoaks, Jumhur Hidayat menyatakan tidak puas atas vonis 10 bulan penjara tanpa penahanan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Diakui bahwa dirinya merasa tidak bersalah dalam kasus ini dan sudah selayaknya bebas secara murni.

Putusan atau vonis tersebut dibacakan di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dalam kasus yang merundungnya, menyatakan bahwa dirinya hanya menyampaikan pendapatanya saja. “Kalau saya pasti tidak puas ya karena saya mau bebas murni karena saya tidak merasa bersalah, saya cuma menyatakan pendapat, itu saja,” jelas Jumhur aktivis dan petinggi KAMI ini.(RE/JAKSAT)