#NGOPIPAGI: INGIN JADI PRESIDEN 2024

0
551
Aendra Medita, Wartawan dan juga seorang Analis di Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKPPI).

SANGAT senang banyak yang ingin jadi Presiden 2024. Wow…!! Berbeda dengan masa orde baru (orba) ada yang anggap akan atau ingin maju saja jadi presiden diawasi. Bahkan diinteli, pendeknya masa itu yang tetap saja harus partai yang berkuasa, kampanye hanya sebagai ceremoni karena suara bebek di senayan bunyinya sama.

Kini yang ingin maju di 2024 makin marak. Maraknya seperti akan konser tanpa penonton karena memang belum ada gelaran konser karena masa pandemi. Yang ingin saya soroti adalah begitu gila dan ambisi yang mengebu darau sejumlah pembatu Presiden –saat ini yang masih menjabat– senang banget pasang baliho.  Baliho yang memyumpal publik dalam setiap titi kota. Sebuah propaganda yang aman karena baliho ini tak ada yang nurunin ya Ups..!!.

Perang baliho berjalan terus bahkan kini sudah masuk program-program yang di kampanyekan. Kerja sebagai menteri seperti hanya selingan (sidejob) senak banget ya…, Mimpi jadi presiden dengan promosi narsis makin merasa eksis dari baliho, drama blusukan, tanam padi di saat hujan, bahkan sejumlah mesin ATM BUMN pun dimanfaatkan, sebuah terobosan narsi yang luar biasa. (Dalam konsep komunikasi iklan (mesiin ATM ini) bagus sebagai media ruang alternatif selain konvensionla ruang iklan lainya),media sosial pun makin marak sebagai ruang gratisan beriklan. Yang masih gunakan baliho memang lebih dominan. Jutaan mata bisa bersaksi setiap yang melintas titik Baliho. Ada menter yang kesebut di Pandora Papers, ada menteri PCR sampai toilet dimainkan, ada gubernur yang selain bermain di wilayah awarding dan semua itu sah.

Kembali pada mimpi ingin jadi presiden begitu semangatnya mereka dan semua itu hendaknya dibarengan dengan sikap jujur. Jika kamu punya masalah yang sedang emnyakit rakyat sadarlah tak usah neko-neko ingin jadi Presiden, nanti trakyatnya akan lebih sakit. Jangan berharap kasus yang melanda diri calon presiden ini akan hilang saat dirinya jadi presiden. Publik akan ingat terus kasusmu, secara hukum bisa saja Anda bebas, tapi secara sosial Anda sudah rapot perah, bahkan secara pertanggungjawaban kelak tetap akan diperhitungkan.

Dalam Islam jelas karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah Shidiq (jujur), jika tak jujur makadia akan membuat serial kebohongan terus. Dan yang lebih berbahaya adalah saat bohong serial itu tak mau mengaku salah dan inilah yang disebut tak jujur bahkan lebih banyak menyakiti dan banyak janji ini akan lebih berbahaya. Filsuf Plato pernah mengatakan pemimpin harus berdasarkan kebaikan dan kearifan. Jika itu ada bagus sudah tapi tentu jika tanpa kapasitas ya percuma saja.

Saya kali ini dalam #NGOPIPAGI memang sedang mikir juga fenomena apa mereka pada ingin dan ngotot jadi Presiden itu?

Tapi bagi saya semua sah dan silakan bermain dalam ruangnya. Hanya ingin berpesan saja semoga semua yang nnati akan maju di 2024 harus menjadi nilai luhur dan martabat bangsa menuju tanah air yang adil makmur, jangan seperti saat ini……

Aendra Medita, Wartawan dan juga seorang Analis di Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKPPI)