Selamat Jalan Pengamat Musik Bens Leo

0
292
Bens Leo/ist
JAKARTASATU.COM – Wartawan senior dan kritikus musik Indonesia yang mulai beken namanya pada era 1970an, Bens Leo, hari ini meninggal dunia.
Pria asli Pasuruan bernama lengkap Benediktus Hadi Utomo ini, lahir pada 8 Agustus 1952. Saat Bung Bens mulai berkibar reputasinya sebagai salah satu wartawan di sebuah majalah musik paling kondang di negeri ini saat itu, Aktuil pada usia 25 tahun, usia saya masih remaja SMP.
Namun karena saya termasuk pembaca setia majalah musik Aktuil meski masih usia belasan tahun, tanpa saya sadari Bung Bens merupakan pemantik awal saya untuk menaruh rasa penasaran gimana sih dunia kerja dan pola kerja jurnalistik itu.
Baru setelah pada usia SMA dan mahasiswa meluas minatnya pada politik, baru kemudian sosok seperti Rosihan Anwar dan Mahbub Junaidi menjadi teladan baru saya dalam bidang kewartawanan.
Ketika majalah Aktuil entah kenapa berganti wajah dan tidak lagi jadi majalah musik tapi majalah umum, Bens tidak lagi bergabung di Aktuil. Lantas bergabung di majalah Gadis, yang waktu itu termasuk majalah wanita papan atas di negri ini selain majalah Femina.
Rupanya, ketika majalah musik Aktuil tidak lagi jadi majalah musik dan Bens keluar dari Aktuil, reputasinya bukannya surut. Justru reputasinya sebagai wartawan musik dan kritikus musik malah semakin dikenal luas oleh berbagai kalangan. Pilihannya untuk bergabung dengan majalah Gadis sepertinya merupakan putusan yang bukan saja benar, tapi tepat.
Kerjasama antara Radio Amigos dan majalah Gadis, melahirkan sebuah rubrik acara baru di radio Amigos, dan pengasuh tetapnya adalah Bens Leo. Sesekali beberapa bintang tamu, entah itu penyanyi, komposer dan arranger musik, secara bergiliran mendampangi Bens siaran. Termasuk sahabat saya Mbak Beyn Yuwono, yang kalau tidak salah, mohon dikoreksi mbak Beyb, di radio namanya Beby Anita.
Justru lewat rubrik asuhannya di Radio Amigos, reputasi Bens bukan saja dikenal di media cetak, melainkan juga di radio dan belakangan juga televisi.
Membaca majalah Aktuil, maupun secara rutin mengikuti rubrik acara mingguan yang diasuuh Bens di radio Amigos, membuat saya sampai hari ini secara alami mengapresiasi dan peka dengan beragam aliran musik. Sekaligus secara alami hafal sejarah perkembangan musik dari masa ke masa.
Inilah salah satu kontribusi Bens Leo, yang bisa jadi dia tidak sadari hingga akhir hayat. Betapa totalitas dan dedikasi totalnya pada profesi kewartawanan dan minat yang begitu kuat pada dunia musik, telah memantik ratusan atau ribuan orang di seantero negeri, termasuk saya sendiri, kelak secara intuitif mengambil keputusan dan pilihan yang tepat dalam bidang profesi yang diambilnya. Sesuai passion dan panggilan jiwanya.
Perjalanan hidup Bens Leo, lagi lagi membuktikan ungkapan Seneca, penulis Yunani Klasik: Apa yang sudah berhasil kau capai, akan mengubah relatias di luar sana.” Bisa jadi apaq yang kita lakukan dan dedikasikan dalam hidup, sekecil apapun, telah mengubah dan menginspirasi hidup banyak orang.
Selamat jalan Bung Bens Leo, senior teladan di di dunia kewartawanan yang saat ini kian langka.
–HENDRAJIT, Wartawan Senior