Ini Pesan Rizal Ramli untuk Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa

0
220

JAKARTASATU.COM – Tokoh Nasional yang juga ekonom Rizal Ramli ke kota Bandung dan bicara di Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa (FKP2B). Isinya berpesan bahwa Bandung sebagai tempat pergerakan harus punya cara pandang kekinian saat ini atas bangsa.

Ada dua tujuannya menurut Rizal Ramli, pertama memberi kesan kepada Negara Barat dan Komunis seperti Rusia bahwa lawan dari Rejim berkuasa di Indonesia adalah Islam garis keras seperti Taliban, ISIS dan lainnya. Sehingga Negara-negara tersebut tetap mendukung apapun yang diperbuat rejim saat ini. Padahal kita tahu dari dulu sampai sekarang Indonesia merupakan Negara dengan mayoritas Islam yang sangat moderat seperti yang diusung oleh NU, Muhamadiyah dan ormas Islam besar lainnya.

Kedua menurut Rizal Ramli bahwa issue tersebut justru dipergunakan sebagai Funding atau pengumpulan dana, terutama dari kalangan berduit yang ketakutan dihantui adanya issue Islam garis keras dengan bayangan akan terjadi seperti Suriah dan Afghanistan. “Padahal issue tersebut mereka produksi dan putar sendiri melalui BuzzerRP dan InfluencerRP, dan mereka juga dapat manfaat secara financial. Itulah yang menjelaskan kenapa mereka tersebut jarang yang diproses secara hukum walaupun tindakan mereka sangat meresahkan dan membahayakan persatuan,” jelas Rizal yang dikenal sebagai aktivis pergerakan ketika mahasiswa.

Bagi Rizal Bandung juga punya historikal ia pernah ditahan di penjara Sukamiskin kota Bandung selama 1,5 tahun oleh rejim otoriter di tahun 1978. 

Menurut Presidium FKP2B Letjen Purn. Yayat Sudrajat merupakan lembaga Thinktank/ lembaga kajian strategis bidang politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan hankam yang terdiri dari para pakar Hukum Tata Negara, Hukum Pidana, Ekonomi, Militer dan Agama. “Melakukan diskusi dan kajian, Sebagai Nara Sumber pernah mengundangan berbagai ahli diantaranya Ichsanuddin Noorsy, Fadli Zon, Anthony Budiawan dan beberapa purnawirawan. Kehadiran Dr. Rizal Ramli Tokoh Nasional, Mantan Menko Perekonomian dan Mantan Menko Maritim, di kantor kami di Jl. Sumbawa Bandung, suatu hal yang sangat bernilai bagi FKP2B, dengan segudang pengalaman RR menjadi pencerahan yang penuh makna,”kata Yayat.

Sementara itu Syafril Sjofyan Sekjen FKP2B apa yang disampaikan dan dipesankan oleh Dr. Rizal Ramli supaya berhati-hati dan awas dalam memilih dan mengembangkan tema kajian, jangan sampai terjebak dalam permainan rejim kekuasaan. Seperti tema radikalisme dan intoleransi merupakan tema yang sengaja di produksi oleh kalangan Islamphobia.

“Pesan selanjutnya Dr. Rizal Ramli, bahwa FKP2B diharapkan selain sebagai lembaga kajian, juga sebagai lembaga pergerakan yang menyatukan umat yang juga secara sengaja dipecah melalui perlakuan ketidakadilan,”tegasnya.

Selanjutnya Penasehat FKP2B, Tokoh Jabar dan aktivis tiga zaman, Kang Tjetje Padmadinata menyikapi kondisi Negara saat ini memprihatinkan. “Mengingatkan disamping kajian dan diskusi perlu juga aksi yang terpola,” ungkapnya. (AEN/JAKSAT)