JARGON KAPITALIS : “YANG KUAT (KAYA) SILAHKAN HIDUP! YANG LEMAH (MISKIN) MATI SAJA!”

0
89
Ahmad Daryoko/IST

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Benar, desertasi DR. Athian tentang Freemasonry. Ternyata Komunis dan Kapitalis itu aslinya satu rumah bernama Freemasonry yang berasal tidak jauh dari Gurun Sinai sana. Yang sama2 Sekuler dan memiliki Misi yang sama yaitu menjadikan manusia menjadi Atheis. Yang Komunis terang2an menyatakan anti Tuhan, sedang Kapitalis ber Tuhan tapi tidak jelas Tuhannya seperti apa , bisa satu, bisa banyak , bisa juga Matahari dll dianggap Tuhan. Bahkan pepohonan yang besar seperti Pohon Beringin pun bisa dianggap Tuhan dan disembah sembah.

Sedang dibidang ekonomi Komunis berjargon “sama rata sama rata” dan di Indonesia PKI menunggangi semangat Berdikari nya Bung Karno. Sayangnya BK justru terjebak dalam permainan PKI dengan menjadikannya Presiden Seumur Hidup, Gelar Panglima Besar Revolusi, NASAKOM, Angkatan Kelima (untuk membunuh TNI). Semua itu akal2an PKI untuk meng Komuniskan Indonesia !

Sebenarnya semangat revolusi itu ada benarnya. Tetapi oleh PKI semangat revolusi tsb di arah kan “kekiri” menjadi Revolusi Phisik seperti Peristiwa Madiun tahun 1948 dan G 30 S/PKI ditahun 1965 dan memakan korban Kyai dan Santri “Sabilul Muttaqien” Takeran, Magetan (1948) disembelih dan dikubur dalam sumur. Begitu juga para Jenderal TNI AD justru menjadi korban Revolusi dan dikubur di Sumur Lobang Buaya pada 1 Oktober 1965.

Kejadian diatas adalah gambaran keganasan Komunis menggagalkan usaha kemandirian bangsa Indonesia. Indonesia yang mestinya menghasilkan Revolusi Industri (seperti Britania Raya abad ke 18) atau Restorasi Meyi (Jepang abad ke 19). Dan justru berbelok ke “kiri” berobah menjadi Revolusi “Penyembelihan manusia dalam sumur” oleh PKI !

Selanjutnya Freemasonry yang gagal meng “Atheis” kan bangsa Indonesia lewat strategi Komunis, akhirnya dirubah dengan strategi Kapitalis. Kalau semasa era Komunis didorong ke jargon “sama rata sama rasa” , maka semasa era Kapitalis di dorong ke jargon “Siapa kuat dia yang menang dan silahkan hidup terus, dan yang lemah/miskin silahkan mati saja !”

Dengan cara diatas Sekularisme berkembang pesat menuju Atheisme ! Apalagi saat ini gejala kebangkitan Komunis makin nyata.

CONTOH RIIL :

Saat ini di kelistrikan telah berlangsung cara2 Kapitalis.

Coba lihat saja dalam melakukan penagihan pelanggan listrik, petugas Biller (yang sudah di Outsourcing kan) ditekan oleh “oknum” yang mengaku pejabat PLN (padahal essensinya perusahaan ritail sudah dikuasai Dahlan Iskan dan Taipan 9 Naga), untuk menjadikan tunggakan listrik nol rupiah dengan berbagai cara. Sehingga berpotensi terjadi kekerasan phisik dilapangan ! Inilah cara2 Kapitalis itu.

Hal diatas terjadi karena PLN sudah dikuasai Oligarkhi yg bekerjasama dengan Aseng/Asing yg ber Ideologi Kapitalis Liberal ! Hakekatnya tidak ada lagi kehadiran Negara dalam melindungi rakyatnya sebagaimana di amanahkan oleh Panca Sila dan UUD 1945 !

Dan semuanya terjadi akibat pelaksanaan Sektor Ketenagalistrikan yang melanggar putusan MK No 001-021-022/PUU-I/2003 tgl 15 Desember 2004 dan putusan MK No 111/PUU-XIII/2015 tgl 14 Desember 2016.

Dan sebentar lagi akibat pelanggaran Konstitusi diatas tarip listrik akan melejit awalnya sekitar 3x lipat, akibat penerapan MBMS oleh Aseng/Asing yang melanggar Konstitusi tersebut !

KESIMPULAN :

Semua terjadi karena akibat pelanggaran terhadap Panca Sila dan Konstitusi !

Sudah saatnya rakyat melawan minimal secara gugatan Class Action kepada RI 1 karena telah membiarkan para oknum Menterinya berbisnis kelistrikan dengan Aseng/Asing serta Taipan 9 Naga !

ALLOHUAKBAR !!
MERDEKA !!

JAKARTA, 6 PEBRUARI 2022