Suasana Anies-thetic Di Mana-Mana

0
73
Asyari Usman/ist

By Asyari Usman

Di dunia medis, “anesthetic” adalah obat bius yang bisa menghilangkan rasa sakit sekaligus menghilangkan harapan. Tapi, di dunia politik yang bersih (clean politics) ada “Anies-thetic”.

Ramuan dan khasiat “Anies-thetic” berbeda dengan “anesthetic”. Perbedaannya sangat fundamental. Kalau “anesthetic” terbuat dari bahan-bahan kimia, “Anies-thetic” seratus persen herbal. Manjur untuk dua hal. Pertama, menghilangkan sakit batin. Kedua menumbuhkan dan memulihkan harapan. Sekaligus sebagai obat yang membangkitkan semangat juang untuk menegakkan keadilan.

“Anies-thetic” ditemukan oleh Anies –seorang profesor di bidang “good goveranies” (pemerintahan yang baik). Dialah yang melakukan riset dan uji coba selama empat tahun belakangan ini. Alhamdulillah, “Anies-thetic” laku keras. Dirasakan sangat mujarab. Hilang rasa sakit batin yang disebabkan kezaliman penguasa. Sebaliknya, di mana-mana tumbuh harapan. Di mana-mana ada suasana “Anies-thetic”.

Kalau “anesthetic” biasanya membuat orang tertidur dan pasrah, “Anies-thetic” sebaliknya membuat orang melek segalanya dan siap berjuang. Anesthetic membuat orang lesu, tapi “Anies-thetic” membuat orang bergairah, bersemangat. Tak mau tinggal diam demi keadilan untuk semua.

Sejak 2017, “Anies-thetic” merangsang bangsa ini untuk berpikir dan bertindak penuh harapan. Harapan akan perbaikan dan kebaikan. Harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang bermatabat dari segala aspek. Bermartabat dalam kedaulatan dan pertahanan negara. Bermartabat dalam perekonomian. Bertamabat dalam inovasi sains dan teknologi.

Salah satu efek yang paling dahsyat dari “Anies-thetic” adalah penyakit buzzerisme kronis akan hilang total. Tidak ada lagi sindrom buzzer komersial. “Anies-thetic” juga bisa menghilangkan penyakit korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Prof Anies sudah membuktikan ini di tubuh birokrasi Jakarta.

Ada lagi. “Anies-thetic” juga berfungsi membangun kecerdasan bangsa. Ini juga sudah terbukti. Di banyak daerah, ada gejala luas eforia anak-anak milenial dan emak-emak yang menunjukkan antusias mereka mendukung Profesor Anies yang menemukan “Anies-thetic”.

Hebatnya, “Anies-thetic” juga menjadi rebutan di kalangan elit politik dan komunitas surveyor opini publik. Elit politik menyatakan kesediaan untuk menjadi distributor “Anies-thetic” sedangkan sejumlah surveyor jajak pendapat menyimpulkan bahwa Profesor Anies kini menjadi ‘rising star’.

Luar biasa! Suasana “Anies-thetic” di mana-mana.

7 Februari 2022
(Jurnalis Senior)