Gde Siriana Yusuf : Berpotensi Hancurkan Konstitusi

0
189
Gde Siriana Yusuf /ist

JAKARTASATU.COM – Ide penundaan pemilu atau perpanjangan periode jabatan Presiden merupakan pembegalan atau “spoliasi” mengacu pada mengubah, memutilasi, atau menyembunyikan pasal dan ayat dalam konstitusi.

“Ini berpotensi menghancurkan konstitusi,” jelas Gde Siriana Yusuf Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf dalam pernyataannya kepada Redaksi JAKARTASATU.COM, Senin, 28 Feb 2022

Gde Siriana juga menambahkan karena yang ingin mundurkan Pemilu ini dapat dianggap sebagai pembegalan konstitusi atau Constitusional Spoliation.

“Itu digambarkan sebagai bentuk kecurangan dari penguasa yang mengancam integritas proses demokrasi dan merampas hak-hak warga negara,” tandas Gde.

Wacana muncul awalnya datang dari menteri Bahlil yang ditindaklanjuti Cak Imin (PKB), Zulhas (PAN), dan Airlangga (Golkar), ketiga Ketum melempar wacana Pemilu mundur dan kini makin panas bergulir padahal  PDIP dan PKS adalah partai ini menolak penundaan Pemilu khususnya Pilpres. (ys/jaksat)