Gde Siriana: Indikasi Rakyat Sudah Tidak Sabar Rejim Hari Ini Diganti

0
212
Gde Siriana Yusuf /ist

JAKARTASATU.COM — Wacana yang bergulir bahwa penundaan Pemilu mendapat respon keras dari Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf yang mengatakan bahwa soal penundaan pemilu, jika diamati di lapisan masyakarat, baik itu kelompok pro demokrasi, mahasiswa, emak-emak, maupun kalangan pengusaha menengah, mayoritas menolak penundaan pemilu. Silahkan di survey saja.

“Bahwa penolakan penundaan pemilu lebih merupakan indikasi rakyat sudah tidak sabar rejim hari ini diganti,” ungkapnya kepada Redaksi JAKARTASATU.COM, Kamis, 3 Maret 2022.

Alasannya ada 4 faktor utama yang gagal di pemerintahan Jokowi : pemberantasan korupsi, penegakan hukum yang adil, kinerja ekonomi dan persoalan lingkungan.

Secara konstitusi jelas tidak diatur dan membutuhkan amandemen terlebih dahulu, atau dekrit. “Tapi ini resiko kandasnya besar,” jelasnya.

Jika kita amati lebih jauh, penundaan ini lebih menguntungkan penguasa dan oligarki. Semua petahana senang (SPS) tidak perlu keluar biaya miliaran untuk kompetisi lagi. “Sedangkan cukong oligarki jelas tidak perlu investasi besar. Hanya sebagian kecil untuk operasi mobilisasi suara partai pendukung tunda pemilu,” bebernya.

Kesimpulan saya, keserakahan kekuasaan ini tidak ada manfaatnya sama sekali untuk rakyat.

“Bahkan ini menjadi bukti, hampir 25 tahun reformasi, kedaulatan rakyat di bawah tahta oligarki,” ungkasnya. (yoss/JAKSAT)